Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Proses Pembuatan Dak Beton untuk Atap Datar dan Bangunan Bertingkat
Konstruksi Sipil | 23 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Dak beton atau pelat lantai beton adalah konstruksi lantai untuk tingkat atas pada bangunan bertingkat dua atau lebih, yang terbuat dari struktur beton bertulang. Dak beton juga dapat difungsikan sebagai atap datar, bahkan untuk bangunan satu lantai.

Jika #SahabatJagoBangunan menggarap bangunan satu lantai dengan atap datar atau bangunan bertingkat dengan struktur beton maka pembuatan dak beton adalah mutlak. Kali ini #PakJago akan mengulas seluk-beluk dak beton konvensional dan prinsip pengerjaannya.

Struktur Beton Bertulang pada Dak Beton

Secara konvensional pembuatan dak beton tidak bisa dipisahkan dari balok dan kolom beton. Ketiganya terikat satu sama lain sebagai struktur beton bertulang, yaitu rangkaian tulangan baja yang dicor dengan beton—campuran air, semen, dan agregat (pasir, kerikil, batu pecah).

(Sumber: disini)

Dak atau pelat beton merupakan bagian struktur yang berarah horizontal dan menerima beban dari atas yang bekerja secara tegak lurus. Balok yang mengikat dak beton di bagian bawah (balok T), berfungsi menahan tegangan tarik dan tekan (akibat beban lentur yang bekerja). Kolom berfungsi menyalurkan seluruh beban bangunan yang diterima dari balok ke struktur bawah (pondasi).

Baca Juga: Material, Alat, dan Teknik Pengecoran Balok yang Wajib Diketahui Tukang Bangunan

Kekuatan dak beton dalam menahan beban dipengaruhi oleh pembesian dan ketebalannya. Jika tidak dihitung dengan tepat dan dicor dengan benar, struktur beton bertulang ini berpotensi retak hingga roboh. Pembuatan struktur beton bertulang termasuk dak beton, baik untuk lantai ataupun atap, harus mengikuti berbagai ketetapan Peraturan Beton Bertulang atau SNI 2847. Misalnya, bahwa kecuali ditentukan lain karena pembatasan, ukuran tebal pelat lantai tidak boleh kurang dari 12 cm dan untuk pelat atap minimal 7 cm.

Proses Pembuatan Dak Beton

Proses pembuatan dak beton secara konvensional melalui beberapa tahapan sebagai berikut.

(Sumber: disini)

• Pekerjaan dak beton konvensional diawali dengan pembuatan cetakan (bekisting) dan pembesian balok serta pelat beton. Selain untuk menopang pembesian dan menampung adonan beton yang akan dituang atau cor, bekisting juga memberi bentuk. Bekisting bisa dibuat dari papan, multipleks, atau bahan lain yang sesuai, dan ditopang oleh perancah (scaffolding) sebagai penyangga sementara.

• Setelah pekerjaan persiapan selesai harus dilakukan pemeriksaan ulang pada bekisting, meliputi dimensi, elevasi, kelurusan, kerapatan sambungan), dan juga pemeriksaan tulangan (dimensi, jumlah dan jarak besi tulangan, kekuatan bendrat). Untuk memeriksa elevasi bisa dibantu theodolit dan waterpass.

• Pipa-pipa yang memuat jaringan elektrikal ataupu sebagai jaringan utilitas juga harus dipastikan telah terpasang dengan baik. Selanjutnya bekisting harus dibersihkan dari segala jenis kotoran. Jika perlu, bisa digunakan kompresor udara.

(Sumber: disini)

• Adukan beton yang akan dicor, bisa dibuat secara konvensional, menggunakan mesin molen kecil, ataupun dipesan adonan siap cor “ready mix”, yang biasanya didatangkan oleh truk molen besar. Jika telah siap bisa dilakukan pengecoran pelat lantai dan balok (bisa juga sekaligus dengan kolom).

Pastikan adonan beton telah melalui pengujian slump. Beton yang telah dituang diratakan dengan penggaruk (papan perata) dan dipadatkan dengan mesin vibrator. Sebagai acuan bisa digunakan tinggi peil lantai.

• Jeda waktu untuk pengecoran satu bidang sebaiknya dihindari, karena berpotensi memicu terjadinya retak/kebocoran. Jika terpaksa menghentikan pengecoran, sebaiknya pada posisi ¼ bentang (dihitung dari tumpuan). Jika mungkin, pengecoran baik dilakukan malam hari untuk mengantisipasi sinar matahari yang ekstrem. Pengecoran siang hari akan baik bila dilakukan di bawah terpal pelindung.

Baca Juga: Pastikan Anda Sudah Tahu Hal Ini, Sebelum Membuat Pondasi untuk Rumah 2 Lantai

• Pembongkaran bekisting sebaiknya dilakukan setelah 4-21 hari, seturut proses pengerasan dan pengeringan beton. Sebelum kering sempurna, sebaiknya dak beton tidak dibebani berlebihan. Dak beton yang difungsikan sebagai atap, idealnya dilapisi bahan waterproofing penutup pori-pori beton untuk mengantisipasi rembes atau bocor.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani