Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Proses Pemasangan Tembok dan Kusen yang Harus Dikuasai Tukang Batu
Konstruksi Sipil | 04 Oct 2017

Oleh: Dwi Klarasari 

#SahabatJagoBangunan tentu sepakat bahwa keterampilan tukang batu tak hanya terkait pemasangan pondasi, namun juga mencakup pemasangan tembok batu buatan. Bukan hanya kuat,  dinding yang dihasilkan juga harus rapi dan tegak lurus. Keterampilan ini termasuk kemampuan menangani material (bata merah, batako, hebel, dan bataton), membuat spesi, juga memasang kusen.

Sudahkah #SahabatJagoBangunan menguasai semua keterampilan tersebut? Jika belum, ada baiknya membaca artikel berikut guna menambah ilmu. #PakJago akan mendukung dengan berbagi informasinya. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang pemasangan dinding dengan pilihan material bata merah.

Alat dan Bahan

(Sumber: disini)

Alat dan perlengkapan yang diperlukan dalam pemasangan tembok, diantaranya cangkul, sekop, cetok, bak tempat mengaduk spesi (bisa dibuat dari papan) atau gerobak sorong, beberapa ember plastik, sejumlah kayu kaso untuk profil (tongkat acuan) dan skur (bracing), papan untuk bekisting, water pass, penyiku, benang, paku, palu paku, palu karet, meteran, pensil, dan pemotong bata, juga perancah (andang).

Demi kenyamanan dan keselamatan kerja, siapkan juga perlengkapan K3. Sementara, bahan utama yang diperlukan adalah bata merah, semen, pasir pasang, dan air. Gunakan material berkualitas.

Dalam pemasangan bata, #SahabatJagoBangunan harus memiliki gambar kerja sebagai pegangan. Jadi, Anda akan tahu di mana dan bagaimana dinding bata harus dipasang. Gambar kerja juga menunjukkan posisi pintu, jendela, ventilasi, dan bagian dinding dengan desain khusus.

Lagkah-Langkah Pemasangan

Pemasangan bata dilakukan setelah pekerjaan pondasi dan pembetonan struktural. Bata dipasang di atas sloof atau balok serta plat (pada lantai dua), yang juga telah dipasang pembesian untuk kolom praktis pada titik-titik yang direncanakan (jarak kolom praktis 3-4 meter). Berikut tahapan untuk pasangan ½ bata.

(Sumber: dok. Edutrain Semen Gresik 2013)

1. Tegakkan profil kayu di kanan-kiri garis yang akan dipasangi tembok. Pastikan posisinya tegak lurus dan kokoh. Buat garis-garis yang menandai tebal satu baris pasangan (tebal bata + siar). Misalnya, gunakan bata ukuran 5×11×23 cm; tebal bata 5 cm dan siar 1,5 cm maka jarak garis 6,5 cm. Bentangkan benang di antara kedua profil sesuai tanda, sebagai acuan agar pemasangan bata lurus dan rata. Setiap selesai satu baris pasangan naikkan benang ke atas mengikuti tanda garis pada profil.

2. Siapkan alat dan material pada lokasi yang mudah dijangkau untuk menghemat waktu kerja, termasuk ember berisi air untuk merendam bata dan ember atau wadah spesi.

3. Rendam bata merah ke dalam air hingga jenuh. Indikasinya tidak ada lagi gelembung udara yang muncul.

4. Siapkan spesi dengan mencampur semen, pasir, dan air dengan perbandingan tertentu. Untuk dinding biasa perbandingan semen dan pasir biasanya 1:4 hingga 1:6; sedangkan untuk dinding kedap air dan pasangan rollag dibuat 1:2 atau 1:2.

(Sumber: disini)

5. Basahi permukaan yang hendak dipasangi bata. Tumpangkan spesi di atasnya dan ratakan hingga ketebalannya sekitar 1,5 cm.

6. Angkat bata yang direndam, tiriskan, lalu pasang. Sebelum memasangnya, aplikasikan spesi pada kepala bata (nantinya berfungsi sebagai siar tegak). Posisikan bata secara mendatar sambil ditekan dan dipukul ringan sehingga rata dengan benang acuan. Pukul dengan pangkal cetok atau palu karet.

7. Setiap selesai satu baris, rapikan siar tegak maupun datar. Kerok hingga kedalaman ±1 cm agar nantinya plesteran terikat kuat. Periksa kedataran pasangan dengan water pass.

(Sumber: dok. Edutrain Semen Gresik 2013)

8. Naikkan benang acuan ke atas sesuai garis panduan. Lanjutkan pemasangan untuk baris ke-2. Posisikan bata secara zig-zag. Hindari siar tegak berada dalam satu garis, karena berisiko turun jika tidak dapat menahan beban dengan baik.

9. Lakukan pemasangan bata sampai tinggi maksimum—dianjurkan tinggi pasangan per hari tidak lebih dari 1-1,2 meter. Pada ketinggian ini juga harus dilakukan pengecoran kolom praktis. Pasang bekisting pada titik kolom dengan baik, lalu tuang adonan beton. Ketuk-ketuk dengan palu untuk memadatkan. Biarkan pasangan mengering dan keesokan hari baru dilanjutkan kembali.

Pemasangan Kusen

Hentikan pemasangan bata pada bagian lubang pintu, jendela, dan ventilasi, untuk memasang kusen. Langkah-langkah pemasangan kusen jendela dan ventilasi dijelaskan sebagai berikut.

(Sumber: disini)

1. Lakukan pengukuran untuk menandai posisi kusen jendela atau ventilasi sesuai gambar kerja.

2. Pasang kusen pada posisinya. Gunakan water pass dan benang antarprofil untuk memastikan posisinya sudah tepat dan tegak lurus. Pasang skur (bracing) atau tiang penopang pada kedua sisi kusen dengan posisi miring dan ditahan bidang tanah atau lantai. Agar posisinya stabil, ikat kusen pada tiang-tiang tersebut.

3. Lanjutkan pemasangan bata pada kanan-kiri kusen hingga batas atas kusen. Khusus pada bagian atas kusen, pasangan bata dibuat dalam posisi tegak atau miring (disebut rollag), agar lebih kuat menahan beban. Pasangan rollag biasa digunakan untuk menggantikan cor beton.

4. Lanjutkan pemasangan bata di atas rollag. Arah pasangan bata kembali dibuat mendatar seperti sebelumnya. Lakukan pemasangan bata sampai batas tinggi dinding.

(Sumber: disini)

5. Untuk pemasangan kusen pintu, secara prinsip tidak berbeda. Namun, karena kusen pintu dimulai dari permukaan lantai, maka kusen harus ditegakkan sebelum pemasangan bata dilakukan. Bagian dasar kusen pintu dibuat cor beton untuk mengikat angkur.

Itu dia proses yang harus dilakukan untuk memasang tembok menggunakan material bata merah dan kusen pada jendela dan pintu. Semoga bermanfaat.

#SahabatJagoBangunan, jika ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Jangan lupa simak artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani