Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Cara Pemlesteran dan Acian yang Benar Agar Dinding Kokoh
Konstruksi Sipil | 27 Jul 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, plesteran dan acian diterapkan pada konstruksi dinding batu buatan, seperti bata merah, batako, bata ringan, juga beton. Kecuali dinding ingin dipercantik, plesteran dan acian diperlukan untuk membuatnya tampak rapi dan indah.

Plesteran diaplikaskan tepat di atas permukaan dinding. Sedangkan acian diterapkan setelah plesteran untuk membuat teksturnya lebih halus dan rapi.

Gambar 1. Posisi plesteran dan acian pada dinding batu buatan (bata merah, batako, dll.). (Sumber foto: www.cement.org).

Bahan dan Alat Plesteran

Bahan utama untuk pekerjaan finishing ini semen ortland dan pasir. Adukan plesteran terdiri dari campuran semen dan pasir dengan air bersih secukupnya. Untuk plesteran dinding biasa semen dan pasir dicampur dengan rasio 1 : 5-7, sedangkan untuk dinding kedap air dengan rasio 1 : 3-5. Bahan acian dibuat dengan mencampur semen dan air bersih secukupnya, tidak terlalu encer ataupun kental. Bisa juga digunakan semen instan siap pakai.

Peralatan yang diperlukan meliputi:

- Ayakan pasir: wadah dan alat pengaduk (cangkul, sekop). Bisa juga diganti mesin pengaduk (molen).

- Ember

- Alat pencedok sekaligus untuk menempelkan mortar maupun acian (cetok, trowel, roskam)

- Sikat pembersih atau sapu lidi, papan, meteran

- Palu, paku, dan unting-unting atau waterpass

- Jidar (balok pajang), kuas, dan kertas semen.

- Tangga, alas untuk menampung adukan yang berjatuhan (tripleks, papan atau plastik), dan terpal jika harus dibuat pelindung.

Pengerjaan Plesteran

Pengerjaan plesteran sebaiknya dilakukan setelah konstruksi dinding terpasang rapi dan kering (sekitar 2-3 hari) atau setelah beton benar-benar matang. Selain itu, instalasi (listrik dan air) yang akan ditanam juga sudah terpasang.

Sebelum mengaplikasikan plesteran, bersihkan permukaan dinding dari kotoran, lalu siram atau perciki dengan air secukupnya.  Pembasahan berguna untuk membuat plesteran terikat lebih kuat pada dinding dan mencegahnya kering terlalu cepat.

Selanjutnya pasang papan pembatas bidang kerja (untuk tepi dinding) dan garis panduan ketebalan dengan memasang paku hingga menonjol ±1,5 sampai 2 cm (sesuai tebal plesteran yang diinginkan) dan digantungi unting-unting.

Dengan panduan ketebalan dibuat kepala plesteran berupa lajur-lajur berjarak ±1 meter. Bagi pekerja yang menggunakan tangan kanan, gunakan waterpass untuk memeriksa kesamaan tebal kepala plesteran.

Gambar 2. Kepala plesteran berupa lajur-lajur berjarak 1 meterdigunakan sebagai patokan ketebalan. (Sumber: bbyuli.blogspot.co.id).

Setelah kepala plesteran sudah mengeras, penempelan plesteran untuk seluruh permukaan dinding dapat dilakukan secara bertahap. Lontarkan plesteran lapis demi lapis sambil ditekan dengan cetok untuk memadatkan.

Gunakan jidar untuk meratakan bidang plesteran mengikuti ketebalan kepala plesteran. Jika dinding yang diplester terpapar matahari sebaiknya dibuat pelindung (seperti terpal) agar plesteran tidak mengering terlalu cepat.   

Gambar 3. Penempelan plesteran secara bertahap sesuai ketebalan kepala plesteran. (Sumber: bbyuli.blogspot.co.id)

Pemlesteran harus dilakukan secara tepat, agar kelak acian mudah dikerjakan dengan hasil bagus. Sebaiknya plesteran tidak menyisakan lubang serta memiliki ketebalan yang seragam dan rata (tidak bergelombang). Kerataan permukaan dapat diperiksa dengan waterpass.

Gambar 4. Penggunaan jidar untuk meratakan bidang plesteran agar rata dan sama tebal. (Sumber: ak5.picdn.net).

Pengerjaan Acian

#SahabatJagoBangunan, sebelum mengerjakan acian, pastikan plesteran rata, tidak ada lagi lubang serta sudah benar-benar kering. Pekerjaan acian paling baik dilakukan setelah plesteran berumur sekitar 2-3 minggu, di mana tidak lagi terjadi penyusutan.

Acian yang dilakukan saat plesteran masih basah berpotensi menimbulkan kerusakan, sepertiretak rambut. Meski begitu, sebelum acian diterapkan, permukaan plesteran harus dibasahi. Agar plesteran tidak menyerap air dari acian dan membuatnya kering terlalu cepat sehingga daya rekatnya berkurang.

Ketebalan acian idealnya sekitar 1-3 mm. Pelapisan acian dengan ketebalan 3 mm sebaiknya dilakukan dua kali. Lapisan kedua diterapkan beberapa hari setelah lapisan pertama mengering.

Gunakan roskam khusus acian untuk mengaplikasikan pasta semen. Lakukan dengan gerakan searah. Setelah selesai, haluskan dengan cara menyapukan kuas basah dan menggosoknya dengan kertas semen. 

Gambar 5. Penerapan acian pada dinding batu bata merah, batako, dsb. (Sumber: Jasasipil.com)

#SahabatJagoBangunan, demikian hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemlesteran dinding untuk mendapatkan hasil yang baik. Juga proses pemlesteran dan pengacian yang benar agar tidak menimbulkan kerusakan di kemudian hari. Selamat Berkarya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel-artikel #PakJago berikutnya, ya.