Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material Pemasangan Tembok Bata Merah
Konstruksi Sipil | 07 May 2019

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, sering sekali kita ditanya oleh pemberi pekerjaan tentang banyaknya material yang dibutuhkan untuk membuat pasangan tembok khususnya tembok bata merah. Bagi Sahabat yang sudah berpengalaman, pertanyaan itu tidaklah sulit. Mereka sudah pernah membangun rumah dengan berbagai macam ukuran, sehingga ketika ditanya keperluan bata merah untuk membuat sebuah rumah, misal berukuran 6 m x 12 m, maka bisa langsung menjawab 10.000 buah bata.

Namun, ukuran bata merah antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Berbeda pula kebiasaan cara memasangnya. Ada yang memasang nat/siar dengan tebal 1 cm, ada yang 1,5 cm dan ada yang 2 cm. Semakin tebal adukannya maka semakin sedikit kebutuhan bata merahnya dan semakin boros adukannya. Sebaliknya, semakin tipis adukannya semakin boros bata merahnya.

Sumber gambar: di sini.

Baca Juga: Membeli atau Membangun Rumah, Mana yang Lebih Baik?

Hanya saja, perbedaan ini bisa dihitung selisihnya. Secara sederhana bisa dipastikan bahwa nat yang tipis akan lebih hemat, dan hitungan biaya material per m2 pasangan akan semakin murah. Oleh karena itu, biasanya para pemborong lebih suka membeli bata merah ukuran tebal karena penghematan adukannya sangat signifikan.

Secara matematis atau teoritis, keperluan bata merah maupun adukannya bisa dihitung sebagai berikut:

1. Ukurlah bata yang akan dipasang dengan meteran meliputi panjang, lebar dan tebalnya, misal sesudah diukur ketemu panjang 23 cm, lebar 11 cm dan tebal 4 cm. Ingat, ini hanya sebuah contoh ukuran bata, bukan ukuran secara umum.

2. Tentukan atau ukur tebal adukan yang lazim dilaksanakan di lokasi proyek, karena karakter tukang berbeda-beda. Misal, tebal adukannya adalah 1,5 cm baik adukan mendatar maupun adukan melintangnya (yang ke atas).

3. Hitung luas permukaan bata jika dalam kondisi terpasang, dalam hal ini panjang harus ditambah adukan, tebal bata juga demikian.

Panjang bata + adukan mendatar = 23 cm + 1,5 cm = 24,5 cm.
Tebal bata + adukan melintang = 4 cm + 1,5 cm = 5,5 cm.

Sumber gambar: di sini.

Baca Juga: Hanya 20 Jutaan, Begini Cara Menghitung Biaya Penyempurnaan Rumah Tipe 36

4. Hitung luas pasangan 1 bata+adukan = 24,5 cm x 5,5 cm = 134,75 cm2

5. Hitung kebutuhan bata per m2 (1 m2 = 100 cm x 100 cm) = 10.000 cm2
Sehingga kebutuhan bata = 10.000 cm2 / 134,75cm2 = 74,21 buah, dibulatkan 75 buah.

6. Hitung volume adukan:
Caranya dengan menghitung luas bata tanpa adukan dulu, yaitu = panjang x tebal = 23 x 4 = 92 cm2.

7. Luas adukan saja = 134,75 cm2 – 92 cm2 = 42,75 cm2.

8. Hitung volume adukan untuk setiap bata = luas x lebar bata = 42,75 cm2 x 11 cm = 470,25 cm3.

9. Hitung adukan volume tiap m2 pasangan = 470,25 cm3 x 75 buah bata = 35.268,75 cm3. Jika dijadikan dm3 = 35,27 dm3 atau 35,27 liter atau 0,035 m3.

10. Tentukan perbandingan adukan, misal 1 semen : 5 pasir

11. Hitung analisa campuran sebagai berikut:

1 liter semen itu terdiri dari 0,51 liter butiran padat dan 0,49 liter udara (jika semen dipres dan dikeluarkan udaranya sehingga memadat tanpa ada udara sama sekali), namun dalam kenyataannya sulit untuk memadatkan semen tanpa menambahkan air. Jika ditambah air dan diaduk-aduk, semen akan menyerap 0,25 liter air kemudian setelah kering jadilah batu semen, volume padatnya menjadi = 0.51 liter + 0, 25 liter = 0,76 liter batu semen.


Sumber gambar: di sini.

Pasir, setiap liter butiran padatnya 0,6 liter dan menyerap air 0,075, sehingga volume padatnya = 0,6+0,075 = 0,675 liter

Jika perbandingan adukan/campurannya dibuat 1 semen : 5 pasir kemudian diaduk dan ditambah air, maka:

1 semen akan menjadi 1 x 0,76 liter = 0,76 liter
5 pasir akan menjadi 5 x 0,675 liter = 3,375 liter
jika dijumlah = 0,76 liter + 3,375 liter = 4,135 liter

Sehingga untuk membuat 1 liter adukan diperlukan:
Semen = 1 / 4,135 = 0,24 liter, sedangkan 1 liter semen kering beratnya 1,25 kg
Jadi kebutuhan semen untuk membuat adukan 1 liter = 0,24 x 1,25 kg = 0,3 kg
Kebutuhan pasir untuk membuat adukan 1 liter = 5 / 4,135 = 1,2 liter

12. Kebutuhan adukan per m2 pasangan = 35,27 liter, sehingga masing-masing komponen adalah
Semen = 35,27 liter x 0,3 kg = 10,6 kg
Pasir = 35,27 x 1,2 = 43,2 liter = 0,043 m3.


Sumber gambar: di sini.

Baca Juga: Selain Tipe dan Desain, Ini 3 Faktor Penentu Berapa Biaya Membangun Rumah

Kesimpulan:

Untuk membuat 1 m2 pasangan bata dengan ukuran yang ditentukan seperti di atas, maka diperlukan:

- 10,6 kg semen
- 0,043 m3 pasir
- 75 buah bata merah

Catatan:

Kesimpulan ini hanya berlaku jika ukuran bata dan perbandingan adukannya seperti di atas, jika ukuran bata berbeda dan perbandingan campuran berbeda, maka hasilnya juga berbeda.

Jika akan membangun tembok keliling berbentuk U dengan ukuran kanan + kiri masing-masing 20 meter, tidak termasuk lebar kolom dan ukuran belakang 12 meter, serta tinggi pasangan tidak termasuk tebal sloof dan ring balok adalah 3 meter, maka keperluan material adalah sebagai berikut:

Luas pasangan = ( 20+12+20) x 3 = 52 x 3 = 156 m2.

- Keperluan semen = 10,6 kg x 156 = 1.653,6 kg , atau jika kita beli yang 1 zak = 40 kg menjadi 1.653,6 : 40 =41,34 zak atau 42 zak

- Keperluan pasir = 0,043 x 156 = 6,708 liter, kita beli 7 m3

- Keperluan bata merah = 75 x 156 = 11.700 buah kita beli 12.000 buah

Itu dia cara teoritis untuk menghitung keperluan material dalam pembuatan tembok bata merah.
Selain menggunakan teori tersebut, Sahabat juga dapat memanfaatkan layanan Jago Hitung pada website ini (http://jagobangunan.com/jagohitung) untuk mendapatkan perhitungan yang cepat, tepat, dan akurat.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani