Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Cara Memasang Bore Pile untuk Pondasi Rumah Bertingkat Sederhana
Konstruksi Sipil | 05 Feb 2020

Oleh: Amin Zainullah

#SahabatJagoBangunan, bore pile atau strauss merupakan konstruksi sederhana untuk menopang pondasi setempat pada bangunan berlantai 1 atau bertingkat, guna mendapatkan daya dukung yang sesuai dengan berat bangunan yang akan menekannya.

Terdapat beberapa tingkat kesulitan dalam pembuatan pondasi setempat:

1. Pondasi yang langsung diletakkan di atas galian tanah, berlaku untuk kondisi tanah keras (tegangan ijin sekitar 2 kg/cm2 atau 0,2 N/mm2). Teknik ini yang paling sederhana.
2. Pondasi yang diletakkan di atas tiang pancang atau trucuk kayu besi atau tiang pancang dari beton untuk bangunan modern. Teknik ini banyak dilaksanakan di Kalimantan.
3. Pondasi yang ditumpangkan di atas bore pile (strauss), prinsipnya sama dengan tiang pancang hanya saja pengerjaannya di lokasi dan secara teknis lebih mudah dikerjakan.

Baca Juga: Tukang Bangunan Juga Harus Bisa Membuat Analisa RAB, Latihan Dulu, Yuk!

Di pulau Jawa, bore pile umumnya dilaksanakan di daerah yang tanahnya lembek seperti tepian empang, sawah atau dataran rendah yang berada di sekitar delta sungai, yang jika pondasinya ditumpangkan langsung di atas galian tanah maka akan ada resiko turun karena daya dukung tanahnya rendah. Pondasinya sendiri umumnya menggunakan konstruksi beton bertulang berbentuk segi empat atau dikenal pondasi sepatu atau cakar ayam.

Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik

Proses pelaksanaan bore pile (strauss:

Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik

Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik

Sumber: Buku Rumah Kokoh Semen Gresik

Pemasangannya didahului dengan menggali tanah berbentuk segi empat seluas telapak pondasi yang akan dibuat. Telapak ini dinamakan juga pur atau footplat. Dalamnya galian sekitar 0,80 hingga 1,60 meter, menyesuaikan tanahnya agar didapat kondisi yang tidak becek sehingga proses pengerjaan nyaman.

Baca Juga: Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam

Setelah digali, kemudian dibor menggunakan alat sederhana diputar menggunakan tenaga manusia. Diameter bor umumnya 30 cm dengan kedalaman sekitar 2-6 meter menyesuaikan kondisi tanah dan kekuatan yang diharapkan mampu untuk menopang beban bangunan di atasnya. Jumlah lubang bornya pun bervariasi menyesuaikan berat ringannya bangunan, terkadang hanya 1 buah namun ada juga dalam satu footplat mencapai 8 buah.

Rangkaian besi biasanya dibuat dari besi ulir diameter 16 mm berjumlah 6 buah, dengan beugel/cincin spiral diameter 20 cm dan menggunakan besi polos diameter 8 mm, dengan jarak sekitar 15 cm dan diikat kuat dengan kawat ikat/bendrat.

Terkadang lubang bor terdapat air, untuk itu cara penecorannya bisa dimasuki pipa PVC diameter 6 inch agar beton mudah masuk ke dalam lubang bor. Jangan lupa ditusuk-tusuk pakai kayu keras atau pipa galvanis diameter 1,25 inch agar hasil pengecoran benar-benar padat. Kepadatan inilah yang menjadikan ikatan antara beton dengan tanah menjadi kuat sehingga mampu menahan gaya di atasnya. Secara perlahan-lahan pipa diangkat seiring dengan ketinggian cor pada lubang bor hingga mencapai permukaan.

Baca Juga: Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani