Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Cara Gampang untuk Menghitung dan Membuat Galian Tanah Pondasi
Konstruksi Sipil | 16 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Membuat galian tanah untuk pondasi tentu tidak sembarangan. Sebelumnya harus dilakukan penghitungan serta pengukuran secara tepat sesuai dimensi pondasi dan kondisi tanah, agar didapatkan ruang yang tepat untuk rencana pondasi. Di samping itu juga akan diketahui harga untuk pekerjaan tersebut.

Nah, bagaimana cara menghitung dan membuat galian tanah untuk pondasi. Simak ulasan #PakJago, yuk!

Penghitungan Volume Galian Tanah

Karena lubang galian berfungsi untuk “meletakkan” pondasi, maka besarnya harus sesuai dengan jenis dan ukuran pondasi. Sebelum menghitung ukuran lubang, perhatikan beberapa hal berikut.

(Sumber: disini)

• Kedalaman galian juga dipengaruhi letak tanah keras atau padat dengan daya dukung yang cukup kuat (sesuai hasil pengujian tanah).

Baca Juga: Tak Perlu Bongkar Total, Begini Langkah Praktis untuk Renovasi Dinding Gipsum

• Untuk memudahkan pemasangan pondasi atau mengantisipasi longsor, galian bisa dibuat sedikit lebih besar dari ukuran pondasi atau dindingnya dipotong miring (sehingga terbentuk penampang trapesium). Namun tidak menutup kemungkinan digali dengan dinding tegak.

Berikut #PakJago berikan contoh penghitungan volume galian untuk pondasi lajur batu kali dan pondasi tapak. Misalnya, penampang pondasi batu kali (trapesium) memiliki ukuran lebar bawah 80 cm, lebar atas 60 cm, dan tinggi 80 cm + 20 cm (urugan pasir dan pasangan batu kosong).

Lubang galian dibuat dengan ukuran penampang (trapesium), sebagai berikut: lebar bawah 100 cm, lebar atas 140 cm, dan tinggi 100 cm. Penambahan lebar bisa disesuaikan. Bila panjang pondasi 50 meter, volume galian adalah sebagai berikut.

Volume galian tanah = luas penampang galian × panjang pondasi
= luas trapesium × 50 meter
= [(1 m +1,4 m)/2 × 1 m] × 50 meter
= [2,4/2 m × 1 m] × 50 m
= 60 m3

Jadi, total volume galian tanah untuk pondasi lajur batu kali adalah 60 m3.

(Sumber: disini)

Misalnya digunakan pondasi tapak dua tipe sebagai berikut: Tipe 1 yang berdimensi 40 cm × 40 cm berjumlah 5 buah, sedangkan Tipe 2 yang berdimensi 80 cm × 80 cm berjumlah 4 buah. Jika, keduanya memiliki tinggi 200 cm + 10 cm (urugan pasir dan lantai kerja), lubang galian dibuat sebagai berikut: untuk pondasi Tipe 1 = 0,6 m × 0,6 m × 2,1 m; sedangkan untuk Tipe 2 = 1 m × 1 m × 2,1 m. Penambahan lebar bisa disesuaikan. Jadi, volume galian untuk pondasi tapak adalah sebagai berikut.

Volume galian Pondasi Tipe 1 = (luas penampang × tinggi pondasi) × jumlah pondasi
= (0,6 m × 0,6 m × 2,1 m) × 5
= (0,756 m3) × 5
= 3,78 m3

Volume galian Pondasi Tipe 2 = (luas penampang × tinggi pondasi) × jumlah pondasi
= (1 m × 1 m × 2,1 m) × 4
= (2,1 m3) × 4
= 8,4 m3

Jadi, total volume galian tanah untuk pondasi tapak adalah 3,78 m3 + 8,4 m3 = 12,18 m3.

Pelaksanaan Pekerjaan Galian Tanah

(Sumber: disini)

Jangan sepelekan pekerjaan galian tanah. Ketidaktepatan penggalian berdampak pada kerugian waktu dan tenaga. Selain itu, pekerjaan ini juga berisiko terjadi runtuhan atau longsor, terutama jika kondisi lahan relatif labil. Apabila penggalian dilakukan secara manual, pastikan #SahabatJagobangunan mengenakan perlengkapan K3 yang sesuai.

Untuk pengukuran diperlukan pasak, benang, meteran, theodolit, waterpass, selang air, paku, kapur atau cat. Untuk penggalian manual siapkan cangkul, gancu/belencong, linggis, sekop, tali tambang, dan ember, pengki, atau gerobak. Siapkan tangga, jika penggalian >1 meter; dan pompa air untuk mengantisipasi sumber air atau air hujan menggenangi lubang. Berikut tahap-tahap pekerjaan galian.

• Lakukan pengukuran dan pemasangan bowplank. Tahap ini bisa dilakukan surveyor atau juru ukur. Dengan acuan bowplank ukur dan tandai bagian lahan yang hendak digali. Tanda bisa berupa pasak dan benang; atau gunakan garis berwarna (kapur atau cat).

• Sebelum penggalian dimulai, cek lagi hasil pengukuran dan posisi penanda. Pastikan semua telah sesuai dengan gambar kerja.

(Sumber: disini)

• Lakukan penggalian sesuai tanda. Sebaiknya ada pembagian kerja, yaitu ada tukang gali dan ada juga tukang/kenek yang bertugas mengangkat tanah galian.

• Teknik pemotongan tanah (tegak atau miring) disesuaikan kondisi tanah dan gambar kerja.

Baca Juga: Butuh Teknik Khusus, Begini Proses Pemasangan Keramik Lantai Kamar Mandi yang Benar

• Angkat tanah galian dengan ember/pengki, bisa juga dibantu tali tambang. Jika tanah galian cocok untuk urugan sebaiknya jangan dibuang, tetapi pastikan tidak ditumpuk terlalu dekat dengan lubang galian, karena berpotensi longsor dan menimpa penggali.

• Hentikan penggalian pada periode tertentu untuk memeriksa kedalaman dan lebar galian. Gali sesuai kedalaman yang direncanakan, kecuali posisi tanah keras jauh lebih dalam.
• Buanglah material yang berpotensi menimbulkan rayap, seperti sampah organik (daun, kayu, sisa akar pohon); sampah plastik, tanah lempung, dan sebagainya. Jangan sampai material tersebut terikut lagi dalam pengurugan.

• Tahap akhir adalah memeriksa hasil galian. Pastikan dimensi lubang pondasi telah sesuai dengan gambar kerja dan lubang galian tidak tergenang air, sehingga siap untuk dilakukan kerjaan pondasi.
Itulah cara menghitung dan membuat galian tanah pondasi yang bisa Anda lakukan. Selamat mencoba.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani