Masuk

Tips

Beranda / Tips
Begini Cara Cepat Menghitung Kebutuhan Besi Beton Untuk Pembesian Pondasi, Kolom, dan Dak
Konstruksi Sipil | 06 Oct 2019

Oleh: Amin Zainullah

Pada proyek-proyek besar, tukang besi sudah tak perlu pusing dengan hitungan kebutuhan besi, karena kini sudah ada daftar potong (binstat) yang berisi letak tulangan, panjang potongan, bentuk tekukan, jumlah dan diameter tiap jenis tulangan, sehingga pelaksanaan pembesian menjadi sangat mudah. Daftar potong tersebut dibuat oleh staf engineering yang sudah sangat berpengalaman dan menggunakan software yang canggih, sehingga tingkat kekeliruannya kecil dan ketika besi dirangkai hasilnya sangat presisi.

Namun pada bangunan rumah sederhana, jarang sekali tersedia daftar potong tersebut, bahkan gambar pembesiannya pun sering tidak tersedia. Sehingga tukang bangunan dituntut untuk bisa menentukan bentuk dan ukuran pembesian serta dapat menghitung sendiri kebutuhan besinya. Berikut ini adalah cara menghitung pembesian untuk bangunan rumah sederhana.

1. Pembesian pondasi footplat/sepatu/cakar ayam

Pembesian untuk pondasi footplat umumnya berbentuk segi empat atau bujur sangkar. Pembesian yang utama adalah bagian bawah karena bagian ini menahan beban dari atas (kolom), dan menahan desakan tanah dari bawah. Namun banyak juga yang memasang pembesian dobel, bagian atas dan bagian bawah sekaligus agar merasa aman meskipun kadang berlebihan. Ukuran pondasi foot plat rumah tinggal ukuran yang lazim adalah 80cm x 80cm x tebal 20cm. Pembesiannya dua arah (bersilangan) biasanya digunakan besi 12 mm berjumlah 7 hingga 9 buah, tergantung besar kecilnya beban dari atas.

- Pembesian tunggal (bawah saja):

Sumber: dok. Jago Bangunan

Pada pembesian tunggal, jika jumlah besi 7 buah maka jumlahnya dikalikan 2 karena bersilangan, jumlah 7 x 2= 14 buah. Panjang besi = 80 cm – deking 3 cm kanan – 3 deking kiri = 74 cm, ditambah kait melengkung sekitar 10 cm kanan kiri, sehingga panjang besi ketika dipotong = 74 + 10 +10 = 94 cm (=0,94 m). Tebal deking ini umumnya antara 3-5 cm karena terletak di bawah tanah. Satu buah footplat memerlukan besi 14 buah x 0,94 m =13,16 meter. Jika satu rumah ada 12 footplat maka panjang total = 13,16 x 12 = 157,92 m.

Baca Juga: Ternyata Kekuatan Bangunan Bergantung pada Komponen Stuktural Ini, Kenali, Yuk!

Panjang besi secara teori standarnya 12 meter, namun di toko bangunan terdapat bermacam-macam ukuran. Mulai 10,80 m hingga 11,90 m, dan hanya ada satu dua yang benar-benar 12 meter. Agar tak salah menghitung, maka kita anggap saja panjangnya 11 meter, sehingga diperlukan = 157,92 : 11 = 14,35 batang atau dibulatkan 15 batang.

- Pembesian ganda (atas bawah):

Sumber: dok. Jago Bangunan

Pada pembesian ganda biasanya besinya dibuat segi 4 melingkar, panjang mendatar 74 cm. Lalu, dikarenakan tebal pondasi 20 cm maka tinggi pembesian luar dikurangi deking = 20-3-3 = 14 cm, sehingga panjang total menjadi = (2x74) + (2x14) = 148 + 28 = 176 cm. Panjang ini masih harus ditambah kait masing-masing 8 cm sehingga panjang potongan = 176 + 8 + 8 = 192 cm (=1,92 m).
Untuk besi sebanyak 7 buah maka panjang = 7 x 1,92 = 13,44 m.
Pembesian arah yang berlawanan tingginya bukan 14 cm, tetapi harus dikurangi 2x diameter (12 mm = 1,2 cm) karena harus masuk ke dalamnya, sehingga tingginya menjadi = 14 - 1,2 - 1,2 = 11,6 cm.
Panjang potongan = (2x74) + (2x11,6) + (kait 2 x 8 cm) = 148 + 23,2 + 16 = 187,2 atau dimudahkan 187 cm = (1,87 m).

Untuk besi sebanyak 7 buah, maka panjang = 7 x 1,87 = 13,09 m.
Jumlah semua = 13,44+13,09 = 26,53 m.
Untuk 12 buah footplat panjang besi = 12 x 26,53 = 318,36 m.
Jumlah batang = 318,6 : 11 = 28,9 dibulatkan 29 buah.

2. Pembesian kolom + sloof + balok

Sumber: dok. Jago Bangunan

Ukuran kolom sangat tergantung dari beban yang akan dipikulnya, tidak sama ukuran maupun jumlah besi serta diameternya. Untuk rumah tinggal biasanya menggunakan ukuran 20 x 25 cm dan dipasang besi utama 6 buah diameter 12 mm. Dalam 1 meter berarti diperlukan besi 12 mm = 6 buah x 1 meter = 6 meter.

Cincin/beugel yang baik menggunakan besi diameter 8 mm jarak 15 cm. Ukuran beugel jika kolomnya 20 x 25 adalah 15 x 20 (kanan kiri dikurangi 2,5 cm). Panjang 1 beugel = (15 x 2) + (20 x 2) = 70 cm, tetapi harus ditambah ujungnya berbentuk kait sehingga masing-masing ujung ditambah 6 cm, sehingga panjang potongan = 70 + 6 + 6 = 82 cm (=0,82 m).

Baca Juga: Mau Bikin Tandon Air Beton di Bawah Tanah? Ini Rincian Material dan Biayanya

Dalam 1 meter kolom (100 cm) diperlukan beugel sebanyak = 100 : 15 = 6,7 buah, dibulatkan 7 buah. Panjang besi beugel = 7 buah x 0,82 m = 5,74 m. Misal, tinggi kolom 3,2 meter, ditambah tekukan bawah 0,2 m dan overstek atas 0,6 m panjang potongan 4 meter, jumlah yang akan dipasang 12 buah maka diperlukan:

Besi 12 mm = 4 meter x 12 buah x 6 = 288 m, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 288 : 11 = 26,2 dibulatkan 27 batang.
Beugel = 4 m x 12 buah x 5,74 =275,52, jika panjang besi 11 meter diperlukan besi = 275,2 : 11 = 25 batang

3. Pembesian plat/dak

Sumber: dok. Jago Bangunan

Pembesian untuk dak biasanya digunakan besi 10 mm jarak 15 cm bersilangan, sehingga per m2 diperlukan besi = 1/0,15 x 2 = 13,33 m. Pada bagian tumpuan/tepi, bagian atas ada tulangan ekstra, secara empiris diambil 30% dari kebutuhan bawah, jadi per m2 dak diperlukan besi 10 mm sepanjang 13,33 x 1,3 = 17,33 m’.

Jika akan membuat dak 6 x 10 atau 60 m2 maka diperlukan besi = 17,33 x 60 = 1.039,8 m.
Dihitung jumlah batang = 1.039,8 m : 11 = 94,5 atau dibulatkan 95 batang.

Demikian cara perhitungan secara praktis, tentu saja hasilnya akan berbeda dibanding perhitungan menggunakan daftar potong (binstat) yang dibuat oleh ahli pembesian, namun setidaknya kita bisa melakukan penghitungan secara cepat jika ditanya berapa kebutuhan besinya.

Baca Juga: Gampang Banget, Begini Cara Menghitung Kebutuhan Material untuk Pasangan Pondasi dari Batu Alam

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani