Masuk

Tips

Beranda / Tips
Bagaimana Cara Membuat Pondasi yang Benar dan Kuat pada Tanah Miring? #TanyaPakJago
Konstruksi Sipil | 14 Sep 2018

Oleh: Amin Zainullah

Membuat pondasi pada tanah datar tentu sudah seperti "makanan sehari-hari" bagi Sahabat Jago Bangunan. Sudah biasa dan sudah paham sekali bagaimana caranya. Namun jika Sahabat menerima proyek pembangunan yang berada di tanah miring, bisa jadi lain soal.

Kesulitan itulah yang dialami oleh salah satu Sahabat yang berkonsultasi dengan Pak Jago. Sahabat tersebut bertanya tentang bagaimana cara membuat pondasi pada tanah miring yang beda tingginya 3 meter, agar setelah diurug bisa membuat permukaan tanahnya rata dengan tanah di atasnya. Adakah Sahabat yang juga pernah mengalami kasus serupa, atau justru memiliki solusi terkait hal tersebut?

Mari kita diskusikan bersama dalam edisi #TanyaPakJago kategori konsultasi konstruksi berikut ini.

Tidak Rumit Kok, Begini Cara Menghitung Luas Permukaan Kubah Masjid Berbentuk Setengah Lingkaran #TanyaPakJago

Sahabat Jago Bangunan, pondasi di lereng tebing bisa disamakan dengan tembok penahan tanah/retaining wall/talud. Cara pembuatannya harus benar, dibuat dari material yang bermutu bukan material asal-asalan.

Pondasi ini bisa kuat jika ukurannya proporsional, pada beda tinggi hingga 3 meter, maka ukuran bawah yang ideal adalah 0,4 x tingginya = 0,4 x 3,00 = 1,20 meter. Bagian atasnya bisa ditentukan sekitar 0,40 meter. Jika bagian belakang dibuat tegak lurus, maka bagian depan ada kemiringan 1,20 meter – 0,40 meter = 0,80 meter, suatu kemiringan yang ideal sehingga pondasi cukup kuat bila ada dorongan tanah dari belakang, terutama dalam keadan basah.

Bagian bawah harus digali lagi masuk dari permukaan setidaknya 0,40 meter atau hingga mencapai tanah keras meskpun baru akan didapat setelah menggali 1,00 meter. Ukuran tembok penahan ini dirasa boros dan mahal, sehingga banyak orang yang “menghemat” dengan memperkecil ukuran bawah yang seharusnya 1,20 dibuat hanya 0,70 meter.

Cara Gampang Menghitung RAB Borongan Material dan Tenaga Kerja pada Pembangunan Tembok Mentah (Tanpa Plesteran) dan Pondasi Cakar Ayam #TanyaPakJago

Padahal penghematan tersebut sangat tidak signifikan dengan resiko kalau pondasi kemudian mengguling, karena yang mengguling bukan hanya pondasinya tapi termasuk bangunan di atasnya ikut ambrol padahal biaya yang sudah dikeluarkan tidak sedikit. Mau menghemat malah tekor banyak. Tukang batu kuno di Jerman punya pepatah “am fundament soll man nicht sparen” artinya kalau buat pondasi jangan pelit/terlalu menghemat, karena akibatnya fatal.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan selama proses pengerjaan:

1. Setiap jarak 1,50 m x 1,50 meter dipasang pipa drainase dari PVC 2” atau batang pisang dimana setelah batang pisang busuk maka akan berlubang, lubang ini berfungsi untuk menyalurkan air dorongan dari belakang.

2. Campuran yang dianjurkan minimal perbandingan 1 semen : 5 pasir, pasir harus bersih, bebas dari endapan tanah/kotoran organis.

Sumber gambar: di sini.

3. Batu yang dipasang lebih bagus batubelah, agar gigitan antara permukaan batu dengan adukan lebih lengket.

4. Pada bagian depan dipilih permukaan yang rata agar enak dipandang, dan voeg/nat/siarnya dibentuk untuk memperindah pasangan.

Menyatukan Dua Fungsi, Begini Desain Modern Minimalis 2 Lantai untuk Toko dan Indekos Ukuran 7m x 10m #TanyaPakJago

Demikian cara membuat pondasi yang baik dan kuat pada tanah miring, semoga bisa menjadi solusi dan menambah wawasan Anda. Sampai jumpa di edisi #TanyaPakJago berkutnya.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani