Masuk

Tips

Beranda / Tips
Apa Material yang Cocok untuk Lantai Ruang Luar Agar Tahan Lama? Ini Pilihannya
Konstruksi Sipil | 22 Aug 2017

Oleh: Dwi Klarasari

#SahabatJagoBangunan, lantai ruang luar merujuk pada pelataran dan area fungsional di luar bangunan. Seperti carport, area transisi, jalan setapak, maupun dek. Lantai untuk area tersebut tidak bisa disamakan dengan lantai interior. Lantai ruang luar harus kuat menahan beban, tekanan, dan goresen karena menjadi area lalu lintas kendaraan dan manusia.

Karenanya, dibutuhkan material yang tidak licin, juga harus tahan terhadap pengaruh cuaca dan beragam kotoran. Nah, material apa saja yang cocok untuk lantai ruang luar agar berfungsi dengan baik dan tahan lama? Berikut #PakJago pilihkan material yang memenuhi kriteria.

  1. Rabat Beton

Gambar 1. Rabat beton untuk jalan setapak. (Sumber: Majalah Rumahku)

Rabat beton atau plesteran terbuat dari campuran semen dan pasir yang dicor di atas permukaan tanah yang telah dipadatkan dan dilapisi pasir urug. Ketebalan rabat beton idealnya sekitar 8-10 cm. Pengecoran dapat dibuat dengan pola tertentu, seperti kotak-kotak dan garis-garis (lurus atau diagonal). Garis-garis juga dapat berfungsi sebagai tali air untuk mengantisipasi genangan air.   

  1. Conblock

Gambar 2. Aplikasi conblock/paving block pada jalan masuk. (Sumber: Dwi Klarasari)

Bata beton (concrete block atau paving block) adalah campuran semen, agregat, air, dan bahan hidrolis sesuai mutu beton SNI. Mutu A untuk perkerasan jalan, mutu B untuk parkir mobil, mutu C untuk pejalan kaki dan mutu D untuk taman. Di pasaran tersedia conblock cetakan tangan atau pun mesin, berbentuk segi empat atau segi banyak dan tebalnya sekitar 60-100 mm. Warnanya meliputi abu-abu, hitam, merah, kuning, dan hijau.

Pemasangan ditata sesuai pola yang diinginkan pada permukaan tanah yang telah dipadatkan dan dilapisi abu batu (juga untuk pengisi nat). Beberapa conblock dibuat berlubang untuk dipadukan dengan rumput.   

  1. Batu Alam

Gambar 3. Lantai outdoor berlapis batu templek purwakarta. (Sumber: disini)

Warna, corak, dan tekstur batu alam sangat khas dan memberi tampilan natural yang indah. Untuk ruang luar harus dipilih yang keras dan padat agar kuat menahan beban, juga solid (tidak berpori) agar tidak menyerap air atau ditumbuhi lumut dan jamur. Berikut beberapa pilihannya.

  • Batu templek

Batu ini kuat dan tahan lama, juga tidak licin karena bertekstur kasar. Bentuknya lempengan tipis (±1,5 cm) dengan ukuran beragam—nongeometris atau potongan (10×10 cm, 15×15 cm, 20×20 cm, dan 30×30 cm). Warnanya meliputi hitam, abu-abu gelap, kehijauan dan kebiruan. Batu templek dipasang di atas plesteran kedap air.

  • Koral dan batu kali

Gambar 4. Aplikasi koral pada taman dan jalan setapak (sumber: disini)

Hamparan koral atau batu kali memberi kesan atraktif. Batuan ini dan sejenisnya bentuknya relatif bulat lonjong berukuran sekitarr 1-12 cm. Warnanya bervariasi, ada hitam, abu-abu, putih, kemerahan, kecokelatan, dsb. Koral juga dapat dibentuk sebagai batu pijakan dicetak dengan semen. Bisa juga dibuat koral sikat, yaitu ditempelkan dengan pola dekoratif atau mozaik pada adukan semen, lalu disikat dan di-coating sehingga tampil menarik.

  • Batu andesit

Batuan ini keras, padat dan tahan gores, sehingga kuat, kokoh, tahan lama. Variasi warnanya meliputi abu-abu kecokelatan, kehitaman dan kehijauan, motifnya polos atau berbintik-bintik. Untuk ruang luar, batu andesit dipasang seperti conblock. Untuk area carport bisa juga dengan teknik pemasangan keramik.

Batu alam yang lembap relatif mudah ditumbuhi jamur dan lumut. Karena itu permukaannya perlu di-coating antijamur/antilumut. Jika tidak, harus dibersihkan secara berkala dengan cara disikat.  

  1. Bata Merah

Gambar 5. Bata merah untuk jalan setapak. (Sumber: disini) 

Bata merah memberi kesan klasik, tradisional, unik dan natural sekaligus elegan. Warnanya merah kecokelatan hingga kehitaman, fleksibel untuk desain apa pun. Bata berkualitas bagus akan kuat menahan beban dan tahan cuaca. Penerapan dapat dilakukan seperti memasang conblock atau di atas plesteran. Bata berpori dan rentan lembap sehingga berpotensi ditumbuhi lumut dan jamur, karena itu harus rutin dibersihkan. Jika perlu, dapat di-coating. 

  1. Keramik

Gambar 6. Lantai ruang luar berlapis keramik bertekstur kasar. (Foto: disini)

Kelebihan keramik selain mudah dibersihkan juga memiliki beragam warna dan motif yang menarik. Untuk ruang luar, pilih keramik bertekstur kasar (embossed atau rocktile), sehingga tidak licin. Khusus carport pilih yang tidak licin tapi rata. Pemasangannya sama dengan keramik interior, gunakan spesi dan nat kedap air. Agar awet dan tahan lama, pasanglah secara tepat.

  1. Kayu

Gambar 7. Aplikasi kayu artifisial conwood untuk decking. (Sumber: disini)

Kayu dapat menciptakan suasana hangat dan alami yang eksotis. Kayu untuk ruang luar antara lain kayu ulin (besi), merbau dan bangkirai. Ketiganya tergolong kayu keras dan tahan cuaca.

Agar lebih awet, kayu perlu dihindarkan dari genangan air dengan memasang bantalan di bawahnya dan memberi jarak dari permukaan tanah. Selain itu, kayu juga dapat di-coating. Jika harga kayu solid ternyata kurang terjangkau, dapat diganti material artifisial bermotif kayu, seperti vinyl atau conwood

Itulah penjelasan tentang material lantai ruang luar yang bisa Anda pilih. #SahabatJagoBangunan juga dapat menawarkan kombinasi dua atau lebih material yang sesuai. Misal, beton rabat dengan bata merah; koral (koral sikat), bata merah, dengan conblock atau batu alam. Selamat mencoba, Sahabat.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter (bebas pulsa) di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.

 

Editor: Damae Wardani