Masuk

Tips

Beranda / Tips
Antisipasi Bencana, Penuhi Dulu 7 Syarat Bangunan Rumah Kokoh dan Tahan Gempa Ini
Konstruksi Sipil | 28 Jan 2019

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan, belakangan ini negeri kita banyak dilanda bencana. Mulai gempa di Lombok, Palu, dan beberapa gempa di daerah lain. Hampir setiap ada gempa selalu terdapat bangunan rumah penduduk yang rusak berat. Salah satu penyebab rusaknya bangunan, selain tentu saja dahsyatnya hantaman bencana, adalah karena konstruksinya kurang kuat.

Untuk mengantisipasi kerusakan bangunan lain di masa mendatang, Pak Jago akan berbagi tentang 7 syarat membangun rumah tinggal (terutama rumah 1 lantai) agar kokoh dan tahan terhadap gempa.

1. Tanah yang akan dibangun harus tanah yang keras (tidak lunak), agar tidak ada penurunan (ambles).

(Sumber gambar: di sini)

Tanah yang akan dibangun harus dipastikan tanah yang kuat menahan beban bangunan di atasnya mulai beban pondasi, sloof, kolom, ring balok, tembok, konstruksi atap dan bagian lainnya seperti plafon, pintu, jendela, dan tangki air. Pada kondisi tanah normal, artinya tanah cukup keras yang jika digali sekitar 80 cm sudah mencapai kekerasan cukup ditandai dengan beratnya cangkul/ganco itu pertanda tanahnya cukup kuat, mencapai tegangan sekitar 2 kg/cm2 atau sekitar 0,2 N/mm2.

Baca Juga: Wow! Begini Cara Memasang Bata Ringan yang Cepat dan Tepat Hingga 30 Meter Per Hari

Jika kondisi tanah termasuk lembek atau labil, meskipun sudah digali sampai dalam namun belum juga mendapatkan kekerasan yang cukup, bisa diatasi dengan memasang trucuk (kayu yang ditancapkan ke tanah sedalam kurang lebih 3 meter, guna memperkuat tanah dan pondasi di atasnya). Cara ini lazim dilakukan di daerah Kalimantan, masyarakat di sana menggunakan kayu ulin untuk memancang hingga mencapai tanah keras. Setelah itu, barulah dibangun pondasi di atasnya.

2. Pondasi sebaiknya dibuat kuat, tidak terlalu menghemat material karena pondasi adalah bagian bawah dari bangunan yang berfungsi untuk menahan beban diatasnya.

(Sumber gambar: di sini)

Pondasi untuk rumah tinggal yang paling banyak dilaksanakan adalah pondasi dari batu alam, bisa batu kali atau batu gunung. Bentuknya dibuat trapesium dengan lebar atas sekitar 30 cm, lebar bawah sekitar 50 hingga 80 cm tergantung berat/ringannya bangunan yang ada di atasnya serta kondisi tanahnya. Jika kondisi tanah cukup keras maka lebar bawah pondasi sebesar 50 cm untuk bangunan lantai 1 rumah biasa sudah cukup kuat.

Baca Juga: Mau Ikut Sertifikasi Tukang Pasang Bata, Juru Gambar, atau Juru Ukur? Baca Panduan Ini Dulu

Jika tanahnya lunak, maka pilihan pondasi diganti dengan pondasi telapak/foot plat dari beton bertulang. Untuk rumah tinggal 1 lantai dengan ukuran 80 cm x 80 cm tebal 20 cm dirasa cukup kuat menahan beban di atasnya.

3. Struktur tiang, balok, kuda-kuda harus dibuat kuat agar jika ada gempa bumi masih bisa menahan goyangan.

(Sumber gambar: dok. Konsultasi Jago Bangunan)

Struktur bangunan dimulai dari pondasi, sloof, kolom, ring balok, kuda-kuda semuanya harus dikerjakan dengan benar, baik ukuran penampang beton bertulang, pemakai tulangan pokok, cincin/beugel, cara mengikat, campuran beton, pelaksanaan pengecoran semua hendaknya mengikuti petunjuk yang ada. Tulangan pokok baik untuk sloof, kolom, ring balok serta pondasi telapak dianjurkan menggunakan besi diameter 12 mm dan cincinnya menggunakan besi 8 mm dengan jarak maksimal 20 cm.

Namun dalam kenyataannya banyak sekali yang hanya menggunakan besi 10 mm, itu pun ukurannya tidak standar/banci. Sehingga banyak yang sekedar memasang saja demi penghematan tanpa memikirkan akibat buruknya jika terjadi gempa. Untuk beugel banyak yang memasang besi 6 mm juga dengan ukuran yang tidak standar.

Baca Juga: Begini Tahapan Membangun Rumah Setengah Jadi, Solusi Miliki Rumah Tanpa KPR

Sebenarnya bisa saja menggunakan besi 6 mm namun jarak beugelnya maksimal 15 cm. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pada pertemuan antara sloof dengan sloof serta kolom dengan sloof atau kolom dengan ring balok. Sangat dianjurkan ada lewatan atau overlapping 40 x diameter tulangan untuk masuk ke bagian lainnya.

Syarat ini yang paling tidak diperhatikan masyarakat. Umumnya hanya sekedar masuk saja sedalam 15-20 cm, sehingga apabila ada gerakan horizontal dari gempa berakibat hubungannya terlepas. Pada bagian bawah kolom hendaknya besi dimasukkan ke pondasi juga sedalam 40 x diameter besi tulangan pokok. Jika menggunakan besi 12 mm, maka masuknya adalah sedalam 40x12mm = 640 mm atau 64 cm. Masuknya besi bisa dibengkokkan seperti huruf L.

4. Tembok harus dibuat dari bahan dinding yang tahan terhadap benturan, adukan untuk memasang dan memplester cukup bagus perbandingannya misal perbandingan 1 semen: 5 pasir. Fungsi tembok hanya sebatas penyekat saja, karena beban sudah diterima oleh ring balok, kolom, dan diteruskan ke sloof/pondasi.

(Sumber gambar: di sini)

5. Kuda-kuda harus dibuat dari kayu yang bagus, tidak rapuh, ukuran tak terlalu kecil. Kuda-kuda bukan hanya menumpang di atas ring balok namun hendaknya diikat kuat dengan konstruksi besi atau minimal diikat dengan besi kolom ditekuk yang dipaku pada kayu kuda-kuda.

(Sumber gambar: dok. Konsultasi Jago Bangunan)

Jika pakai baja ringan, pilihlah yang kualitasnya bagus, karena baja ringan saja ada lebih dari 60 merk dengan tingkat kualitas yang beragam. Pastikan pemasangan kuda-kuda baja ringan dikerjakan oleh aplikator yang bersertifikat dan konstruksinya direncanakan dengan perhitungan statistika yang benar.

6. Kusen pintu dan jendela harus dipasang angkur agar ada ikatan yang kuat dengan tembok. Kalau rumah biasa cukup 2 angkur pada bagian kanan dan 2 angkur pada bagian kiri, maka rumah kokoh disarankan minimal 4 buah kanan dan 4 buah pada bagian kiri kusen.

(Sumber gambar: di sini)

7. Kualitas pipa air dan kabel listrik juga dipilih bahan yang bagus tidak mudah rapuh dan koyak oleh umur bangunan.

Baca Juga: Lestarikan Kearifan Lokal, Duta Terampil Semen Gresik di Pamekasan Ini Sukses Berbisnis Konstruksi Kayu Madura

=====
Mau konsultasi gratis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
=====

Editor: Damae Wardani