Masuk

Tips

Beranda / Tips
Anda Tak Ingin Terluka Saat Menggerinda? Ikuti Panduan Keselamatannya Berikut Ini
Kesehatan | 18 Aug 2017

Oleh: Dhafintya Noorca

Menggerinda merupakan pekerjaan yang akrab dilakukan oleh #SahabatJagoBangunan. Gerinda tak lain sebuah alat kerja yang paling banyak digunakan di proyek konstruksi, minyak dan gas, galangan kapal, pabrik metal, hingga bengkel-bengkel.

Umumnya gerinda digunakan untuk mengikis, mengasah, atau memotong permukaan benda. Karenanya, gerindra menjadi salah satu penyumbang kecelakaan kerja yang yang paling sering terjadi pada pekerja lapangan.

Hati-hati saat menggerinda. Sumber: disini.

Luka yang disebabkan gerinda biasanya ada benda asing mengenai mata atau tangan yang tergores. Namun tidak menutup kemungkinan kecelakaan fatal bisa terjadi, baik cacat tetap hingga menyebabkan kematian. Maka kedisiplinan #SahabatJagoBangunan terhadap peraturan penggunaan gerinda dapat mengurangi bahkan menghilangkan bahaya yang selalu mengintai saat menggunakan alat ini.

Kesalahan yang paling umum ditemui ialah tidak menggunakan atau salah menggunakan alat pelindung diri. Padahal dengan menggunakan alat pelindung, batu-batu kecil atau serat-serat yang tergerinda tidak akan mengenai tubuh secara langsung.

Selain itu, belum terbiasa menggunakan gerinda juga kerap menjadi pemicu kesalahan pemakaian. Akibatnya, salah menggunakan tipe atau ukuran cakram, dan tidak seimbangnya dudukan cakram. Belum terbiasa menggunakan gerinda juga dapat mengakibatkan kesalahan pada cara memotong.

Banyak faktor yang menyebabkan terluka saat menggerinda. Sumber: disini.

Cara memotong yang terlalu keras, terlalu berat, dan terlalu cepat, dapat membuat penggerindaan jadi tidak maksimal. Ini akan membuat cakram pecah dan terlempar hingga melukai pekerja. Sebaiknya, sebelum menggunakan gerinda, #SahabatJagoBangunan harus memiliki pengetahuan yang memadai atau harus didampingi ahlinya.

Lalu bagaimana agar #SahabatJagoBangunan tetap aman selama menggunakan gerinda saat bekerja? Ini tips dari #PakJago.

1. Alat pelindung kerja seperti penutup telinga, kacamata kerja, pelindung wajah, dan masker debu harus dipakai. Gunakan kacamata kerja setiap saat, meskipun sudah tersedia pelindung cakram gerindanya.

Gunakan pelindung diri saat menggerinda. Sumber: disini.

Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terjuntai, kalung, atau perhiasan lainnya yang memungkinkan jatuh atau tersangkut selama gerinda digunakan. Pastikan benda kerja dan peralatan yang lain sudah pada posisi yang benar.

2. Sebelum menggunakan gerinda, selalu periksa kondisi cakram dari keretakan.

Pastikan kondisi cakram masih bagus. Sumber: disini.

Memeriksa kondisi cakram dapat dilakukan dengan cara mengetuk cakram dengan tangkai obeng. Bila suaranya nyaring, berarti gerinda dalam kondisi baik dan dapat digunakan. Namun bila suara yang keluar bernada sumbang, berarti ada keretakan dalam cakram tersebut.

3. Dilarang keras melepas bagian pelindung cakram agar tak menimbulkan kecelakaan bagi #SahabatJagoBangunan.

Pelindung cakram harus selalu digunakan. Sumber: disini.

Selain itu, kecepatan cakram harus dijaga sesuai ketentuan yang ada di tabel kecepatan pada mesin tersebut. Pergunakan cakram sesuai dengan jenis dan bidang kerjanya.

Gunakan gerinda sesuai dengan jenis dan bidang kerjanya. Seperti mesin gerinda datar yang digunakan untuk menggerinda permukaan dengan meja mesin bergerak datar bolak-balik.

4. Hentikan terlebih dahulu semua proses penggerindaan saat mengatur atau menyetal mesin gerinda. Hindari pula memeriksa pengukuran selama benda sedang digerinda.

Hentikan proses penggerindaan saat menyetel mesin. Sumber: disini.

Ketika memasang atau menempatkan benda kerja untuk digerinda, pastikan cakram diundurkan atau dijauhkan agar tidak mengganggu pemasangan. Jangan pernah meninggalkan mesin gerinda dalam keadaan hidup. Pastikan mesin mati pada saat tidak digunakan.

#SahabatJagoBangunan, itu dia tips aman menggunakan gerinda saat bekerja. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.

 

Editor: Damae Wardani