Masuk

Tips

Beranda / Tips
Anda Menggunakan Bahan Kimia Di Tempat Kerja? Cegah Bahayanya Dengan Cara Ini
Kesehatan | 31 Aug 2017

Oleh: Dhafintya Noorca

#SahabatJagoBangunan, bahan-bahan kimia sering digunakan dalam berbagai keperluan di tempat kerja. Baik menjadi produk siap pakai maupun bahan untuk membuat produk lain.

Namun ternyata bahan kimia bisa membahayakan penggunanya, jika tidak hati-hati dan tidak tahu cara mengatasinya. Termasuk untuk Anda, pekerja konstruksi.

Potensi bahan kimia di tempat kerja bangunan dapat berupa bahan baku konstruksi, seperti asbes, debu dari pasir, kapur, atau partikel kecil lainnya; asap dari alat-alat berat, campuran beton, dan korosi.

Bahaya bahan-bahan kimia, sebagaiman pernah diulas oleh #PakJago pada artikel sebelumnya, antara lain penyakit asbestosis, dan penyakit silikosis.


Sumber: disini.

Bahan kimia termasuk kategori bahan berbahaya jika bahan tersebut mempunyai sifat racun. Bahan dinyatakan beracun jika masuk melalui mulut, kulit, atau pernapasan dalam kadar tertentu. Biasanya zat beracun ini masuk lewat pernapasan, lalu beredar ke seluruh tubuh atau menuju organ tubuh tertentu.

Zat tersebut langsung mengganggu organ tubuh seperti hati dan paru-paru. Bahkan tulang, darah, atau cairan limfa bisa kena getahnya. Dalam jangka panjang, kesehatan akan terganggu. Banyak bahan kimia juga dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh dan organ lainnya.

Bahan kimia berbahaya dapat berbentuk padat, cairan, uap, gas, debu, asap, maupun kabut. Semuanya dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara berikut ini:

Sumber: disini.

  1. Pernapasan

Dengan bernapas melalui mulut atau hidung, zat beracun dapat masuk ke dalam paru-paru. Orang dewasa bisa menghirup sekitar lima liter udara per menit yang mengandung debu, asap, gas atau uap. Beberapa zat, seperti fiber atau serat, akan langsung melukai paru-paru. Lainnya diserap ke dalam aliran darah dan mengalir ke bagian tubuh yang lain.

  1. Pencernaan

Bahan kimia dapat memasuki tubuh melalui makanan yang tercemar. Bisa jadi saat Anda memegang makanan menggunakan tangan, Anda lupa belum cuci tangan. Zat di udara juga dapat tertelan saat dihirup, karena bercampur dengan lendir dari mulut, hidung atau tenggorokan.

  1. Penyerapan ke dalam kulit

Zat beracun melewati kulit dan masuk ke pembuluh darah, biasanya melalui tangan dan wajah. Kadang-kadang, zat beracun juga masuk melalui luka dan lecet atau suntikan (misalnya kecelakaan medis).

Guna mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi di lingkungan kerja akibat bahaya faktor kimia, perlu dilakukan pengendalian lingkungan kerja secara teknis sehingga kadar bahan-bahan kimia di udara lingkungan kerja tidak melampaui nilai ambang batas (NAB).

Nah, apa yang #SahabatJagoBangunan bisa lakukan untuk mencegah atau mengurangi bahaya bahan kimia di tempat kerja? Simak tips #PakJago berikut ini, yuk!

Kenali bahan-bahan kimia yang ada di tempat kerja

Sumber: disini.

#SahabatJagoBangunan harus mengetahui mana bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Semua bahan kimia harus dianggap sebagai sumber potensi bahaya sampai dampak bahan kimia tersebut sepenuhnya diketahui.

Dengan begitu, Sahabat akan lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan bahan kimia. Bahan kimia ini seperti asbes, debu dari pasir, kapur, ataupun partikel kecil lainnya, asap dari alat-alat berat, campuran beton, dan korosi.

Ketahui wujud bahan kimia ini agar #SahabatJagoBangunan bisa mengetahui bagaimana pertolongan pertamanya

Sumber: disini.

Hal ini dapat membantu untuk menentukan bagaimana bahan kimia bisa masuk ke dalam tubuh dan bagaimana bahayanya dapat dikendalikan. Bagaimana mengenali, menilai, dan mengendalikan risiko bahan kimia, sangat menentukan keselamatan kerja. Misal dengan memasang peralatan pembuangan pada sumber bahaya atau racunnya.

Hal lain seperti bila ada cairan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh harus segera dibilas dengan air bersih. Jika keadaan tak kunjung membaik, jangan ragu untuk langsung menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja

Sumber: disini.

Bukan hanya melindungi #SahabatJagoBangunan dari bahaya teknis saja, APD juga dapat melindungi pekerja dari bahaya bahan kimia. Seperti beberapa respirator dan sarung tangan yang dibuat khusus digunakan saat menyentuh bahan kimia. Pada penyakit asbestosis contohnya, debu-debu asbes yang berukuran mikro dapat dihindari dengan menggunakan masker saat bekerja.

Selalu memakai pakaian bersih saat pulang ke rumah

Agar keluarga tidak terpapar penyakit ini, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di tempat kerja, dan menggantinya dengan pakaian bersih sebelum kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah.

Sumber: disini.

Itu dia cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi bahaya bahan kimia di tempat kerja, Sahabat.  Setelah mengetahui jenis bahan kimia berbahaya, mengenali caranya masuk ke dalam tubuh, Sahabat juga bisa mengindentifikasi jika terjadi sesuatu pada tubuh Anda saat menggunakan bahan kimia.

Tentu saja, gejala yang Anda kenali akan menentukan bagaimana pertolongan pertamanya agar tidak berakibat fatal. Selalu berhati-hati ya, Sahabat, dan selamat mencoba.

#SahabatJagoBangunan juga bisa mendapatkan informasi lebih lanjut dan berdiskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan, melalui website maupun call center – bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya.

 

Editor: Damae Wardani