Masuk

Tips

Beranda / Tips
Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini

Oleh: Redaksi

Terkadang lokasi tanah yang akan dibangun berada di bawah permukaan jalan sehingga perlu diurug, karena lantai rumah yang akan dihuni nantinya sebisa mungkin berada di atas permukaan jalan agar nyaman untuk tempat tinggal.

Prosedur pelaksanaan pengurugan ada 2 cara, yaitu setelah dan sebelum fondasi dikerjakan. Selain itu, ada 2 faktor pemilihan material urugan dan perhitungan ketinggian yang perlu diperhatikan. Dalam melaksanakan kedua prosedur ini kondisi medan menjadi pertimbangan yang utama. Cara mengurug dilakukan secara lapis demi lapis, idealnya digelar dengan ketebalan 20-30 cm kemudian dipadatkan dengan stamper/compactor. Semprot dengan sedikit air bila tanahnya kering. Berikut prosedur lengkapnya:

1. Pengurugan setelah fondasi dikerjakan

wikimedia.org

Untuk bangunan sederhana dengan kondisi medan yang tidak terlalu berat maka fondasi dikerjakan dulu dengan ketinggian yang sesuai dengan permukaan jalan, setelah itu baru diurug dengan tanah.

Baca Juga: Beri Kesan Hunian Kokoh, Ini Hal yang Perlu Dikenal Dari Batu Templek

2. Pengurugan sebelum fondasi dikerjakan

pxhere.com

Untuk bangunan besar dengan kondisi medan yang berat maka tanah yang akan dibangun diurug dahulu, kemudian fondasi dikerjakan setelah tanahnya rata dan padat. Ada juga cara dengan membiarkan tanah memadat sendiri dalam waktu cukup lama, misal 1 tahun.

3. Pemilihan tanah untuk material urugan

pxhere.com

Jenis tanah urug yang baik adalah tanah berpasir yang terurai (bukan gumpalan), sehingga mudah dipadatkan. Selain itu untuk pemilihan tanah urugan yang baik harus mempertimbangkan jenis tanah. Tanah yang terlalu basah tidak bisa dipadatkan dengan baik. Jenis tanah urugan haruslah tanah yang tidak mengandung kotoran organik seperti rumput, sampah, pepohonan atau dedaunan karena akan berakibat penurunan. Penurunan ini sendiri terjadi karena sisa-sisa akar pepohonan dan daun mengalami dekomposisi/penguraian/pembusukan oleh alam, sehingga menimbulkan rongga berisi udara. Nah, rongga udara ini akan menurun ketika mengalami tekanan yang terus menerus dari atasnya.

4. Perhitungan ketinggian yang harus presisi

pxhere.com

Salah memilih dan mengukur ketinggian rumah dapat menyebabkan rumah menjadi tergenang saat curah hujan tinggi. Karena ketinggian air banjir ketika hujan lebat beragam untuk suatu daerah, sebaiknya elevasi dari rumah ditentukan dengan survey rumah-rumah di sekitarnya. Bila bukan daerah banjir umumnya ketinggian lantai rumah cukup dibuat 30 cm dan kamar mandi 25 cm dari punggung jalan.

Catatan penting:

Sebelum melaksanakan pekerjaan urugan maka permukaan tanah yang mengandung tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (humus) dikeruk dahulu diletakkan di luar bangunan agar tidak menyebabkan penurunan tanah atau ambles.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Buka Tutup, Fungsi dan Jenis Pintu Ternyata Beragam