Masuk

Tips

Beranda / Tips
6 Tips Aman Meningkat Rumah, Anti Roboh dan Irit Biaya

Oleh: Redaksi

Meningkat rumah menjadi solusi bertambahnya kebutuhan ruang, sementara lahan terbatas. Kenali apa saja yang harus disiapkan. Karena sempitnya lahan, rumah bertingkat menjadi solusi untuk mewadahi tuntutan kebutuhan ruang. Seringkali, muncul banyak keinginan terkait desain rumah yang hendak diwujudkan. Apapun desain yang diinginkan, pertimbangkan hal-hal berikut agar rumah menjadi efisien dan lebih hemat saat membangunnya.

1. Perhatikan tata ruang agar tidak berantakan

pixabay.com

Perhatikan tata letak ruang, dan kelompokkan ruang sesuai dengan fungsinya. Misalnya lantai bawah untuk area publik, seperti ruang tamu, ruang duduk, ruang makan dan dapur. Sedangkan di lantai atas, untuk penempatan kamar-kamar tidur. Untuk penghematan, kurangi dinding pembatas dan buat ruang-ruang saling menyatu. Ruang keluarga, ruang makan dan dapur/pantry, dibuat menyatu tanpa sekat.

2. Cek kembali keamanan struktur dan konstruksi

pixabay.com

Pondasi bangunan rumah satu lantai, seringkali tidak disiapkan untuk rumah dua lantai. Sehingga pondasi yang ada harus diperkuat, yang dikenal dengan istilah suntik pondasi. Ini artinya, pada titik pondasi dindingnya harus dibobok, lantai harus digali sebagian untuk pondasi telapak atau cakar ayam di beberapa titik. Letakkan kolom tambahan ini di samping kolom lama, yang berfungsi sebagai kolom struktur. Perhitungkan dengan benar letak dan jumlah struktur, sehingga kolom tidak terletak di tempat yang salah, misalnya berada di tengah-tengah ruangan atau tengah pintu.

Baca Juga: 4 Material Pilihan untuk Rumah Minimalis, Tampil Mewah Tak Harus Mahal

3. Perhitungkan akses secara cermat

pixabay.com

Posisi dan desain tangga sebagai akses menuju lantai dua, harus dipikirkan dengan cermat. Area tangga membutuhkan setidaknya 6 meter persegi. Letakkan tangga di jalur yang “bebas” dari lalu lintas penghuni dalam suatu ruang sehingga mudah dicapai.  Akan lebih efektif jika tangga ditempatkan merapat dinding, agar tidak memakan banyak ruang. Lengkapi dengan bukaan jendela bisa berupa kaca mati atau skylight agar area tangga tetap terang.

4. Jangan lupakan pencahayaan dan sirkulasi udara

pixabay.com

Asupan cahaya alami dan udara yang kurang di lantai satu, menjadi problem yang sering terjadi di rumah bertingkat. Bukaan jendela yang banyak, void dan inner court, harus diupayakan agar ruangan menjadi terang. Jendela tidak hanya ditempatkan di sisi lantai satu, namun juga penting di sepanjang void agar ruangan makin terang. Selain sebagai sirkulasi udara antar lantai, void berfungsi sebagai penghubung antara ruang bawah dan ruang atas. Penting untuk menyediakan inner court, agar ruang-ruang dalam tidak sesak dan pengap. Manfaatkan inner court sebagai kolam atau taman kering, dan langsung beratapkan langit atau bahan transparan yang tembus pandang.

5. Rencanakan instalasi listrik dan air secara efisien

pixabay.com

Instalasi listrik dan air bersih-air kotor, hendaknya berada pada satu jalur, agar hemat sanitasi dan sirkulasi air berjalan dengan optimal. Perletakan kamar mandi pada lantai atas, harus tepat berada pada posisi kamar mandi lantai bawah. Cek kebutuhan listrik di lantai dua, agar tidak melebihi daya yang ada. Sebaiknya, buat grouping khusus untuk instalasi listrik di lantai tambahan.

6. Perkirakan biaya keseluruhan

pixabay.com

Pengembangan bangunan ke arah vertikal membutuhkan dana 1.5 kali dari luas lantai yang akan dibuat. Jika akan membuat lantai dua seluas 50 meter persegi, itu artinya dana yang harus disiapkan adalah biaya untuk pembangunan seluas 75 meter persegi.

Baca Juga: Jangan Remehkan, 5 Kesalahan Mandi Ini Biasa Dilakukan Tanpa Sadar