Masuk

Tips

Beranda / Tips
6 Cara Mengelola Risiko Stress Pada Pekerja Bangunan
Kesehatan | 29 Jan 2018

Oleh: Dhafintya Noorca

Stress merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi-kondisi yang mempengaruhi dirinya. Dalam proyek konstruksi sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting pada pelaksanaan proyek. Sifat proses produksi yang terjadi di industri konstruksi menjadikan pekerjaan konstruksi berbahaya dan penuh dengan risiko yang dapat mengakibatkan stress. Stress kerja tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor atau sumber stress (stressor).

Begitu juga dalam dunia konstruksi, karyawan kontraktor proyek konstruksi berkemungkinan mengalami stress kerja karena proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang terbatas dengan sumberdaya tertentu untuk mendapatkan hasil konstruksi dengan standar kualitas yang baik.

Baca Juga: Sering Nyeri-Nyeri di Tubuh, Pertanda Terkena Penyakit Apa?

Ada banyak indikator yang dapat menyebabkan stres pada pekerja bangunan, bisa dari dalam diri Sahabat Jago Bangunan ataupun faktor eksternal. Diantaranya yaitu tuntutan pekerjaan, pekerjaan yang diberikan, lingkungan kerja yang buruk, jam kerja, hingga gaji yang tidak sesuai.

Situasi yang menekan tersebut menyebabkan karyawan sering mengalami kecemasan, kejenuhan sehingga mengakibatkan terjadinya stress. Sifat proses produksi yang terjadi di industri konstruksi menjadikan pekerjaan Sahabat Jago Bangunan berbahaya dan penuh dengan resiko sehingga dapat mengakibatkan stress.

Berikut tips dari #PakJago agar Sahabat Jago Bangunan tidak stres di tempat kerja:

1. Perbanyak minum

 (Sumber: disini)

Sahabat yang bekerja di luar ruangan rentan terkena dehidrasi sehingga harus lebih banyak mengonsumsi air putih. Selain itu Anda harus menghindari minuman yang mengandung kafein, alkohol, atau gula selama bekerja karena dapat memicu haus berlebih atau dehidrasi.

2. Pastikan asupan makan cukup

 (Sumber: disini

Jangan sampai Sahabat terlambat makan saat bekerja. Pekerja bangunan yang mengandalkan fisiknya tak boleh sampai asupan makannya terganggu. Selain mengakibatkan stres akibat lapar, bisa dipastikan Sahabat akan kurang fokus dan lemas saat bekerja. Pastikan pula makanan yang Sahabat konsumsi merupakan makanan sehat dan mengandung gizi seimbang.

3. Selalu gunakan alat pelindung kerja

 (Sumber: disini)

Baca Juga: 6 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Jangan pernah tidak melengkapi diri dengan alat pelindung kerja saat bekerja. Mulai dari pelindung area kepala, tangan, dan kaki jangan sampai Sahabat lupa memakainya. Anda tentu tak mau bagian kepala terkena sengatan matahari yang panas yang dapat membuat pekerjaan jadi berantakan kan?

4. Hindari perubahan suhu yang ekstrim

(Sumber: disini) 

Misalnya setelah berada di luar ruangan yang bersuhu panas, Sahabat langsung mandi air dingin. Atau saat di cuaca panas, Anda minum air dingin. Apalagi saat tubuh sedang bermandikan keringat lalu mandi. Sebaiknya hindari kegiatan ini ya Sahabat! Selain bisa membuat tubuh shock karena perubahan suhu, juga dapat menyebabkan masalah otot.

5. Kenali kondisi tubuh

 (Sumber: disini) 

Anda lah orang yang paling mengerti kondisi tubuh. Bila mengalami kelelahan, sebaiknya segera cari tempat yang teduh dan rebahkan diri sejenak. Atau segera isi perut dengan cemilan atau makanan berat.

6. Gunakan waktu istirahat sebaik mungkin

 (Sumber: disini) 

Bila waktu libur tiba, gunakan waktu jeda ini sebaik mungkin. Jangan lakukan hal yang tidak penting dan membuang energi. Sahabat bisa jalan-jalan bersama keluarga, atau hanya sekedar bercengkrama dengan anak istri di rumah.

Baca Juga: 7 Aktivitas Ringan yang Bisa Membuat Otak Tetap Prima

Jika #SahabatJagoBangunan ingin berkonsultasi atau berdiskusi seputar konstruksi, desain bangunan, maupun anggaran biaya pembangunan, silahkan #TanyaPakJago melalui jagobangunan.com/auth, Fanpage Jago Bangunan, atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Simak terus artikel Jago Bangunan yang lain, ya.

Editor: Damae Wardani