Masuk

Tips

Beranda / Tips
5 Syarat yang Harus Dipenuhi dalam Pembuatan Bekisting Agar Konstruksi Beton Mencapai Hasil Maksimal
Konstruksi Sipil | 24 Oct 2018

Oleh: Amin Zainullah

Sahabat Jago Bangunan tentu sering mengerjakan bekisting untuk pengecoran beton, bukan? Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengerjakan bekisting dengan benar dan apa saja syarat yang harus dipenuhi agar konstruksi beton bertulang mencapai hasil maksimal.

Bekisting berasal dari bahasa Belanda yang artinya cetakan/acuan untuk membuat beton. Dalam bahasa Inggris kita sering dengar kata formwork, artinya juga cetakan/acuan. Secara sederhana bekisting dapat didefinisikan sebagai papan cetak, bahannya mulai yang paling sederhana bisa dari kayu randu, kayu sengon, kayu meranti, triplek, plywood yang dilapisi film (film faced plywood), fiberglass, atau plat baja.

Papan cetak tersebut memerlukan pengaku misal usuk, balok, balok yang berbentuk huruf H, besi hollow atau jenis pengaku lainnya. Jika tidak ada pengaku maka papan cetak akan melendut dan jebol ketika dilaksanakan pengecoran. Rangkaian papan dan pengaku tersebut merupakan komponen bekisting.

Sumber: di sini.

Untuk menyangga bekisting diperlukan perancah. Perancah bisa dibuat dari bahan paling sederhana mulai dari bahan bambu, kayu dolken, usuk, balok, pipa besi baik yang utuh maupun pipa yang sudah dibuat rangkaian khusus untuk penyangga (scafolding), atau bahan lain yang kuat menyangga konstruksi ketika pengecoran berlangsung. Perancah harus stabil, untuk itu selalu dipasang skur/pengaku miring untuk menahan gaya horisontal. Agar tiang penyangga tidak terlalu tinggi maka biasanya juga dibuat skur mendatar pada 2 arah secara bersilangan.

Lestarikan Kearifan Lokal, Duta Terampil Semen Gresik di Pamekasan Ini Sukses Berbisnis Konstruksi Kayu Madura

Secara umum bekisting harus memenuhi syarat berikut ini:
- Kuat, artinya ketika pengecoran berlangsung tidak sampai jebol
- Akurat, ukuran panjang, lebar dan tinggi maupun elevasinya harus pas sesuai rencana
- Rapat, tidak boleh bocor agar pasta semen tidak keluar
- Kedap air, agar ketika membongkar mudah, caranya diolesi oli bekas/solar/minyak bekisting
- Mudah dibongkar, jangan terlalu banyak memaku, hanya seperlunya saja.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan bekisting yang sering dilaksanakan dalam proses pembangunan beton mulai dari bawah hingga atas harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebagai berikut:

1. Bekisting pondasi setempat/sepatu/poer

Sumber: di sini.

Jika lebar galian lebih besar dari ukuran pondasi, maka pembuatan bekisting cukup bagian sampingnya saja. Upayakan tinggi bekisting samping lebih tinggi daripada rencana pengecoranya agar beton tidak sampai tumpah, karena lebih baik tebal pondasi lebih tinggi sedikit dibanding sisa beton tumpah keluar. Jika tebal cor kisaran 15-20 bisa digunakan kayu murah seperti kayu randu, kayu sengon atau triplek yang dirangkai dengan usuk untuk pengaku. Untuk menahan bekisting bisa dipasang patok dan dipasang skur miring agar kuat menahan getaran ketika dipadatkan/divibrator. Bekisting sepatu bisa dibongkar dalam 1 hari.

2. Bekisting pedestal/kolom

Pedestal adalah kolom yang terletak di atas pondasi tetapi di bawah sloof, atau kolom bagian bawah. Biasanya tingginya tak seberapa, ada yang 50 cm hingga 150 cm, sehingga bekisting pedestal juga lazim dibongkar pada umur 1 hari. Sedangkan kolom struktur adalah tiang beton bagian atas yang terletak di atas sloof. Kolom untuk konstruksi hendaknya dicor terlebih dahulu dan dibuat dengan perencanaan yang matang karena akan menahan beban dari bangunan di atasnya.

Bahan yang umum dipakai adalah triplek dengan ketebalan minimal 9 mm hingga 18 mm tergantung besar/kecilnya kolom yang akan dibuat dan ketinggiannya. Semakin tinggi sebuah kolom maka diperlukan bekisting yang lebih kuat karena tekanan yang timbul cukup besar. Untuk kolom segi-4, triplek bisa dirangkai dengan usuk secara vertikal, kemudian dipasang potongan usuk pendek untuk membagi agar bekisting kaku, bisa jarak 40 cm hingga 60 cm tergantung tebal/tipisnya triplek.

Sumber: di sini.

Rangkain bekisting kolom dari ke-4 sisi dirangkai dan disatukan dengan sabuk untuk menjaga agar bekising tidak jebol ketika dicor. Jarak sabuk pengikat minimal 30 cm dari bawah, berikutnya kisaran 50 cm ke atas, semakin ke atas bisa dibuat agak jarang karena gaya yang bekerja semakin kecil. Untuk perusahaan besar sabuk ini biasanya dibuat dari bahan besi baik berbentuk siku, C, maupun besi hollow.

Rangkaian bekisting kolom ini harus dipasang penyangga miring/skur minimal pada 2 sisi yang berdampingan. Jika kolomnya besar dianjurkan pada ke-4 sisinya dipasang skur semua biar kaku dan stabil. Kontrol ketegakan bekisting kolom dengan bantuan lot. Pembongkaran kolom struktur seyogyanya dibongkar pada umur 3 hari.

Simpel Banget, Begini Panduan Membuat Desain dan Konstruksi Bangunan Lapangan Futsal #TanyaPakJago

Ada lagi kolom non struktur/kolom praktis, yaitu kolom yang dicor setelah pasangan bata terpasang. Kolom ini sifatnya hanya sebagai pengaku pasangan saja dan tinggi pengecoranya menyesuaikan ketinggian pemasangan bata, bisa antara 1 meter hingga 2 meter. Kolom jenis ini bisa dibongkar pada umur 1 hari.

3. Bekisting sloof/balok

Sumber: di sini.

Bekisting sloof ada 2 macam, ada sloof yang menumpang di atas pondasi batu belah. Bekistingnya cukup 2 sisi kanan dan kiri dan bisa dibongkar setelah umur 1 hari. Yang penting pemasangannya harus lurus sesuai tarikan benang dan bagian bawah rapat agar air semen tidak bocor.

Untuk sloof yang menggantung/balok maka pembuatannya agak rumit, harus ada tiang penyangga, ada balok penopang yang dirangkai secara teliti dan dikontrol kedatarannya dengan bantuan selang/ waterpas. Setelah balok tumpuan benar-benar datar dan rata baru dipasang bagian dasar balok/ bodeman.

Bodeman ini dibuat dari triplek yang dirangkai dengan usuk sehingga kaku. Pasang dengan teliti pakai tarikan benang menyesuaikan as kolom kemudian dipaku sekedarnya jangan kebanyakan paku di atas balok tumpuan. Jika memakunya kebanyakan maka akan menyulitkan pembongkaran. Setelah itu dipasang bekisting bagian samping setinggi dasar plat/dak dikurangi tebal triplek. Pasang skur miring dan dipaku serta ditarik kelurusannya hingga rapi.

4. Bekisting plat/dak

Sumber: di sini.

Bekisting plat/dak relatif lebih mudah pembuatannya dibanding bekisting balok yang umumnya memerlukan waktu lama dan bahan yang banyak. Untuk bekisting plat hanya memerlukan balok pendukung dan balok pembagi/usuk dengan jarak tertentu menyesuaikan tebal triplek dan tebal cor.

Ini Rahasia Membuat Bak Mandi Anti Bocor yang Jarang Diketahui #TanyaPakJago

Semakin tipis tripleknya maka semakin dekat jarak usuk pembaginya. Bekisting plat harus rata dan datar, namun karena ketika kita membuat bekisting balok sudah dijaga kedatarannya maka kedataran bekisting plat lebih mudah dikontrol. Usahakan tiang-tiang penyangganya dipasang landasan berupa papan atau balok agar tidak sampai amblas/turun akibat tekanan beton.

5. Bekisting tangga

Sumber: di sini.

Di antara pembuatan bekisting yang ada, maka pembuatan bekisting tangga merupakan pekerjaan yang paling sulit karena memerlukan kesabaran dan kejelian dalam mengukur terutama pembagian jarak langkah naik dan langkah datar agar pas. Yang paling mudah untuk pembuatan bekisting tangga adalah setelah pengecoran lantai dilaksanakan, sehingga ada kesempatan mengukur beda tinggi dengan akurat, dengan catatan pada bagian plat sudah dipasang besi stek yang nantinya akan disambung dengan pembesian tangga.

Buat gambar dahulu pembagian anak tangga di lantai secara langsung dengan skala 1:1, kemudian dirikan perancah menyesuaikan pembagian anak tangga, baru dipasang usuk penyangganya yang akan ditumpangi triplek bagian dasar/miring, berikutnya bekisting samping. Pemasangan bekisting anak tangga menunggu setelah besi dipasang. Bekisting plat, bekisting balok dan bekisting tangga bisa dibongkar pada umur 2 minggu dengan syarat, setelah dibongkar masih harus disangga terutama bagian tengahnya agar tidak melendut.

5 Inspirasi Desain Rumah Modern Minimalis 1 Lantai Dengan Bentuk Atap Pelana, Elegan Banget! #TanyaPakJago

Sahabat, demikian rangkaian pembuatan macam-macam bekisting yang biasa dilakukan dalam konstruksi beton. Semoga bisa menambah wawasan Sahabat tentang cara pengerjaan bekisting yang baik dan benar.

=====
Mau konsultasi gatis seputar konstruksi, desain bangunan, atau RAB? #TanyaPakJago saja.

Pak Jago nantikan konsultasi Anda melalui call center 0800 108 8888 (bebas pulsa), kotak pesan di Fanpage Jago Bangunan, atau menu konsultasi di website jagobangunan.com.
====

Editor: Damae Wardani