Masuk

Tips

Beranda / Tips
5 Langkah Mudah Membangun Rumah Hemat Energi
Konstruksi Sipil | 13 Nov 2017

Oleh: Dwi Klarasari

Rumah hemat energi berarti mengurangi penggunaan energi sejak rumah mulai dibangun hingga selama rumah ditempati oleh penghuninya. Bangunan hemat energi dirancang untuk dapat memanfaatkan energi alam, seperti penerangan alami, udara alami, dan menghemat air. Rumah hemat energi juga dirancang bisa menghemat penggunaan listrik untuk kebutuhan rumah.

Apa saja yang dapat #SahabatJagoBangunan dapat diterapkan dalam membangun rumah yang menerapkan konsep hemat energi?

Pemanfaatan Terang Alami

Di negara tropis seperti Indonesia, siang hari relatif sama (±12 jam per hari) sepanjang tahun. Kondisi ini menguntungkan, karena terang alami dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Berikut beberapa cara memasukkan dan memanfaatkan terang alami ke dalam rumah.

Baca Juga: Rumah Tumbuh, Konsep Pembangunan Bertahap yang Bisa Langsung Ditempati

(Sumber: Majalah Rumahku)

• Membuat lubang atau bukaan yang berpotensi memasukkan terang alami. Misalnya berupa daun jendela atau pintu yang dapat dibuka-tutup (bahan kayu solid atau bahan transparan seperti kaca) dan lubang ventilasi.

• Membuat bidang dinding atau atap tembus cahaya menggunakan bahan transparan, seperti kaca, fiberglass, akrilik, atau glassblock. Bentuknya berupa jendela-jendela kaca mati, dinding glassblock, dan skylight (jendela atap atau atap transparan yang memungkinkan masuknya terang alami ke ruang dalam). Skylight terutama dibuat di atas area yang tidak terjangkau oleh terang alami yang masuk lewat jendela atau bukaan lain.

Untuk mengurangi dampak buruk radiasi dan panas matahari, dapat digunakan material kaca (pada jendela maupun skylight) yang dilengkapi dengan anti-uv (uv protector).

Pemanfaatan Panas Matahari

Selain cahayanya, matahari juga memancarkan energi panas yang aman untuk dimanfaatkan. Energi panas matahari dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan energi listrik. Misalnya, untuk memanaskan air.

Jika rumah membutuhkan air panas (untuk keperluan mandi atau mencuci), dapat dipasang pemanas air tenaga surya (solar water heater). Alat yang terdiri dari kolektor penyerap panas (panel surya) ini biasanya dipasang di area terbuka yang dapat menangkap panas matahari secara langsung sepanjang hari. Misalnya, pada permukaan atap.

Penerapan Penghawaan Alami

(Sumber: Majalah Rumahku)

Penghawaan alami adalah upaya untuk memanfaatkan aliran udara alami untuk menyediakan suhu ruang yang nyaman (sejuk, tidak lembap, atau pengap). Jadi, tidak perlu memasang air conditioner untuk menyejukkan ruangan. Penerapan penghawaan alami pada rumah tinggal terutama dilakukan dengan membuat bukaan (jendela-jendela besar dan lubang ventilasi).

Teknik yang efektif menciptakan kesejukan adalah sistem ventilasi silang (cross ventilation), yaitu merancang bukaan pada dua sisi berseberangan sehingga akan terjadi aliran udara dari luar ke dalam dan ke luar di sisi lain. Dengan demikian udara panas di dalam ruangan akan terhalau, kelembapan juga berkurang, dan udara menjadi lebih sejuk.

Sistem ventilasi silang dapat dibuat secara horizontal maupun vertikal. Secara vertikal dapat didukung dengan pembuatan void dan juga pembuatan langit-langit yang relatif tinggi (bisa dua kali lipat dari ukuran normal).

Penyediaan Ruang Hijau dan Elemen Air

Ruang hijau adalah area terbuka di luar rumah atau di dalam (innercourt) berisi vegetasi, bisa juga dilengkapi dengan fitur air (kolam atau air mancur). Ruang hijau dan elemen air sangat mendukung penerapan penghawaan alami. Vegetasi dan elemen air berpotensi mendinginkan udara di sekitar rumah, sehingga udara terasa sejuk.

Udara juga lebih segar dan bersih, karena tanaman menghasilkan oksigen serta menyerap polutan (debu dan asap). Jajaran pohon juga mengurangi sengat matahari yang mengganggu saat berupaya mendapatkan terang alami. Selain itu juga menciptakan pemandangan indah di sekitar rumah.

Baca Juga: Green Bulding, Konsep Rumah Asri yang Bikin Anda Selalu Ingin Segera Pulang

Pemilihan Material dan Penataan Interior

(Sumber: Majalah Rumahku)

Selain dengan rancangan bentuk bangunan, pencapaian hemat energi pada sebuah rumah juga didukung oleh jenis material serta tatanan interior. Untuk itu dapat dipilih jenis material yang dapat menyesuaikan dengan iklim tropis sekaligus mendukung konsep hemat energi, seperti kayu, batu alam, genteng tanah liat, dan kaca transparan.

Sementara untuk tatanan interior, misalnya diaplikasikan warna-warna netral yang dapat memantulkan terang alami yang masuk sehingga menciptakan suasana ruang yang lebih terang. Aplikasi furnitur yang simpel dan tidak berlebihan jumlahnya juga mendukung kelancaran sirkulasi udara di dalam ruang.

Itu dia cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat rumah hemat energi. Semoga bermanfaat.

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani