Masuk

Tips

Beranda / Tips
5 Hal Ini Harus Dilakukan Saat Anak Batuk Pilek, Agar Tak Makin Parah
Kesehatan | 09 Apr 2018

Oleh: Redaksi

Batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan ingusan sering menyerang anak-anak dan dianggap tidak berbahaya. Dilansir dari Buku Penuntun Hidup Sehat yang dikeluarkan oleh UNICEF, WHO, UNESCO, UNFPA, UNDP, UNAIDS, WFP dan World Bank bersama Kementrian Kesehatan RI, dalam beberapa kasus batuk dan pilek merupakan suatu tanda penyakit yang lebih berbahaya, seperti pneumonia dan tuberkulosis. Pneumonia merupakan bagian dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), di mana penyakit ISPA terdiri dari batuk bukan pneumonia (batuk pilek biasa), pneumonia, dan pneumonia berat.

Apa yang harus diketahui oleh orang tua tentang batuk dan pilek agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius pada anak?

1. Perhatikan asupan gizinya

pixabay.com

Anak yang batuk pilek biasa harus dijaga agar tetap hangat dan lebih sering diberi minum dan makanan bergizi.

2. Perhatikan gejala yang muncul

pixabay.com

Batuk dan pilek disertai demam (lebih dari 38ºC), sakit kepala, sakit persendian dan otot, nyeri tenggorokan, dan terkadang muntah dan diare dapat menjadi pertanda Influenza A baru H1N1. Segera konsultasikan ke puskesmas atau dokter.

3. Waspadai penyakit yang lebih serius

pixabay.com

Batuk pilek biasa apabila tidak segera diobati dapat menjadi pneumonia, atau infeksi dadakan yang menyerang paru-paru. Gejala dan tanda pneumonia pada bayi dan balita umumnya batuk yang disertai kesukaran bernafas, seperti nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam pada saat menghela nafas. Penyakit ini tergolong berbahaya dan anak yang mengalaminya perlu segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Setelah Makan Ini Ternyata Bahaya Bagi Tubuh, Tak Terduga!

4. Berikan perlakuan yang benar

pixabay.com

Pneumonia dapat dicegah. Caranya, keluarga mendorong ibu tetap memberikan ASI eksklusif pada bayi sekurang-kurangnya pada enam bulan pertama, selain memberikan menu bergizi dan imunisasi lengkap pada anak, serta menjauhkan anak dari penderita batuk.

5. Jauhkan dari lingkungan yang tidak sehat

pixabay.com

Bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia sangat rentan terhadap batuk dan pilek, terlebih bila terpapar oleh polusi udara seperti asap rokok, asap dapur, asap kendaraan, asap pabrik, dan kebakaran hutan.

6. Cermati lama gejala yang terjadi

pexels.com

Anak yang batuk terus menerus sampai dua minggu atau lebih harus segera dibawa ke dokter. Kemungkinan anak terkena tuberkulosis yakni infeksi infeksi paru-paru menahun jenis yang lain.

Baca Juga: 3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit