Masuk

Tips

Beranda / Tips
5 Genteng Unik dan Tidak Biasa Untuk Rumah
Konstruksi Sipil | 01 Oct 2021

Sahabat Jago, genteng merupakan satu hal yang tidak bisa dilepaskan dalam pembangunan rumah. Selain melindungi dari sengatan panas matahari dan derasnya air hujan, genteng juga dapat mengatur suhu rata-rata di dalam rumah dan memberikan kesan estetik pada tampilan luar rumah. Multifungsi, bukan?

Dewasa ini, ada berbagai macam genteng yang bisa Sahabat Jago jadikan sebagai alternatif penutup bangunan rumah. Beberapa di antaranya tidak biasa bagi kebanyakan rumah, terutama dalam konteks rumah yang dibangun di Indonesia. Apa sajakah itu?

Genteng aspal

Genteng aspal atau bitumen sedang jadi tren akhir-akhir ini. Jenis genteng yang dibuat dari campuran serat kayu dan aspal ini diklaim memiliki banyak kelebihan. Selain kuat dan tahan bocor, genteng ini juga relatif mudah dipasang. Desain atap yang sederhana dan dapat digunakan di hampir semua rangka atap membuatnya kerap dipasang pada rumah-rumah bergaya minimalis.

Meski pemasangannya lebih mudah dari jenis genteng biasa, pemasangan harus dilakukan oleh tukang bangunan yang sudah ahli. Termasuk bila atap rusak di kemudian hari, maka perlu bantuan pada yang lebih ahli untuk memperbaikinya. Harganya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan genteng jenis lain (seperti tanah liat) juga menjadi pertimbangan bagi sebagian orang.

Genteng Beton

Genteng beton terbuat dari semen, pasir dan abu batu bara (fly ash). Genteng jenis ini sangat kuat, serta tahan api dan air. Genteng beton juga mampu bertahan hingga puluhan tahun, sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus.

Namun, genteng beton sedikit lebih berat dibanding jenis genteng lainnya. Bobot genteng bisa mempengaruhi struktur hunian, apalagi bila tidak ditopang dengan pondasi dan rangka atap yang kuat. Untuk mengakali hal ini, rangka baja ringan bisa digunakan sebagai landasan genteng beton.

Genteng Kaca

Seperti namanya, genteng ini terbuat dari kaca. Genteng ini sangat cocok digunakan untuk rumah minimalis, karena rumah akan terkesan lebih terang dan luas. Sahabat Jago juga dapat menghemat penggunaan listrik dan menampilkan karakter transparan dalam desain rumah.

Walau begitu, genteng ini tentu tak bisa dipasang di seluruh permukaan atap, karena sifat kaca membuat hawa panas dari matahari masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi kenyamanan. Sebagian orang menyelipkan genteng kaca di tempat yang mungkin sulit dipasang jendela, sehingga tetap bisa mendapat cahaya matahari.

Genteng Seng

 

Genteng seng merupakan genteng yang sering digunakan sebagian rumah-rumah lama di Indonesia. Genteng ini memiliki bobot yang relatif ringan, ukuran yang relatif panjang, dan juga kuat. Genteng seng kontemporer telah hadir dalam berbagai varian warna, seperti halnya genteng pada umumnya

Namun, genteng cenderung mudah lepas oleh angin kencang, sehingga ada baiknya diberikan tambahan penguat saat pemasangan, seperti beberapa paku tebal. Selain itu, sama dengan jenis-jenis logam lainnya, seng merupakan konduktor panas yang baik, sehingga efek hawa panas mungkin akan timbul.  Sahabat Jago juga dapat mengakalinya dengan beragam cara; seperti memasang kardus atau papan kayu di bawah genteng seng, menanam pohon di sekitar rumah, serta memperbanyak ventilasi udara.

Genteng Sirap

Genteng sirap biasa digunakan pada bangunan tradisional, namun bukan tidak mungkin kalau ingin diaplikasikan pada rumah Sahabat Jago. Genteng ini dapat terbuat dari jenis kayu apa pun, namun disarankan memilih genteng sirap yang terbuat dari kayu ulin. Kayu ulin tergolong salah satu jenis kayu yang kuat, sehingga dapat mempengaruhi daya tahan genteng.

 

Demikian lima genteng yang tidak biasa untuk digunakan pada rumah. Ikuti terus Facebook Jago Bangunan dan situs web ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar konstruksi dan desain bangunan, termasuk konstruksi atap seperti ini.

 

(Rama SP / Sumber: 12)