Masuk

Tips

Beranda / Tips
4 Trik Membuat Taman Kering Indoor, Tampak Indah dengan Biaya Murah

Oleh: Redaksi

Menghadirkan taman di dalam rumah Anda akan menciptakan nuansa alami yang menambah keasrian serta berpotensi menyejukkan udara dan menyegarkan secara visual. Meskipun sangat ingin memiliki indoor garden, adakalanya Anda tidak menyukai kesan kotor dan basah sebagai dampak dari kehadiran ruang hijau tersebut. Mungkin juga Anda tidak memiliki cukup waktu untuk merawat taman secara intensif. Jika demikian halnya, taman kering bisa menjadi solusi. Berikut informasinya!

1. Mantapkan konsep dasar lebih dulu

pixabay.com

Taman kering pada prinsipnya adalah taman yang menggunakan hardscape, seperti batu alam bukan softscape, seperti rumput sebagai dasar taman, dan hanya menggunakan sedikit tanaman. Media tanam untuk taman kering tetaplah tanah, baik secara langsung maupun dalam pot. Taman kering bisa dibuat di mana saja, di luar maupun di dalam ruangan, pada area yang luas ataupun sempit. Seperti namanya, karakter taman ini cenderung kering, cukup sesekali saja disiram.   

2. Pemilihan lokasi yang ideal di dalam rumah

pixabay.com

Taman kering bisa ditempatkan di mana pun di setiap sudut rumah seberapa pun luasnya. Hal terpenting adalah area tersebut berpotensi mendapat cukup sinar matahari. Sebagai pilihan, misalnya taman kering bisa dirancang di bawah void atau dibuat skylight khusus untuk memasukkan cahaya matahari. Jika matahari benar-benar tidak memungkinkan masuk ke dalam rumah, plih media tanam dalam pot agar tanman dapat dikeluarkan sesekali. Tanaman pot yang fleksibel juga mengantispasi keinginan untuk sering merenovasi taman.

Baca Juga: 3 Fakta Rumah Urban, Solusi Pintar untuk Manfaatkan Lahan Sempit

3. Bedakan antara material hardscape dan softscape

loyalwoods.com

Komponen mati (hardscape) pada taman kering yang pertama harus diperhatikan adalah dasar taman. Pilihan material untuk dasar taman yang terbaik dan popular adalah batu alam, seperti batu koral atau batu pecah. Di pasaran tersedia batu koral dalam berbagai ukuran dan warna. Aneka ukuran dan warna batu bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola taman yang menarik. Batuan berukuran lebih besar bisa dipilih sebagai pembatas ataupun aksen. Unsur hardscape lain, seperti patung dan lampu taman bisa ditambahkan sebagai elemen dekoratif.

Komponen hidup (softscape) pada taman kering adalah berbagai jenis tanaman yang memiliki karakter khusus, berikut: mampu hidup dengan sedikit air (tidak mudah layu), tidak memerlukan perawatan khusus, dan memiliki daya tahan terhadap hama/penyakit. Tanaman besar, antara lain: palem, cemara udang, sikas/pakis haji, patah tulang, dan siklok. Tanaman sedang atau kecil, misalnya lili paris, lidah mertua/sanseviera, sri rejeki, pandan bali, dan kaktus. Tanaman berbunga, misalnya begonia, kaktus, bunga delapan dewa/euphorbia, dan kamboja jepang/adenium.

4. Jangan lupakan perawatan

bobvila.com

Perawatan taman kering relatif mudah. Beberapa hal berikut perlu mendapat perhatian khusus. Perhatikan kebutuhan sinar matahari. Jika perlu tanaman dalam pot diletakkan di luar rumah untuk beberapa waktu. Kecukupan air juga harus diperhatikan, jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Meski telah dipilih jenis tanaman yang tidak mudah layu, penyiraman 1-2 kali seminggu perlu dilakukan. Lakukan juga antisipasi terhadap hewan pengganggu, seperti semut, tikus.

Baca Juga: Mau Bangun Rumah Minimalis di Lahan Sempit? Perhatikan 4 Hal Ini Dulu