Masuk

Tips

Beranda / Tips
4 Jenis Pondasi Ini Cocok Untuk Membangun Rumah di Atas Tanah Berair dan Gembur
Konstruksi Sipil | 28 Dec 2017

Oleh: Hildatun Najah

Apakah #SahabatJagoBangunan pernah membangun rumah di  atas tanah yang gembur atau berair? Melakukan pengerjaan sebuah bangunan tanpa mengetahui atau mempertimbangkan kepadatan tanah dapat berakibat fatal. Bangunan bisa saja bergeser ataupun ambles bahkan setelah bangunan itu selesai dan ditempati.

Karenanya penting bagi #SahabatJagoBangunan untuk mengetahui kondisi kepadatan tanah dan daya serap air. Terlebih jika #SahabatJagoBangunan akan membuat bangunan di atas tanah yang  dekat dengan rawa atau pun bekas sawah. Lalu pondasi seperti apa yang cocok untuk membangun rumah di atas tanah gembur dan berair?

1. Pondasi Cerucuk

(Sumber: disini)

Pondasi cerucuk berfungsi sebagai akar yang akan mengikat dan mempertahankan kepadatan tanah atas beban pondasi cakar ayam diatasnya. Penggunaan cerucuk ini juga menjadi antisipasi dan solusi bagi proyek pembangunan jalan skala kecil pada tanah yang strukturnya labil. Hal ini dilakukan agar jalan tidak mudah longsor maupun mables ketika mendapat tekanan dari kendaraan dengan beban berat.

Baca Juga: Punya Sisa Semen? Jangan Khawatir, Cara Ini Bisa Membuat Sisa Semen Bertahan Hingga 6 Bulan, Lho..

Cerucuk dapat terbuat dari banmbu, kayu, atau pipa yang diisi dengan batang besi atau adukan cor yang  ditanamkan minimal 125cm. penggunaan cerucuk ini memang terkadang “merepotkan dan memerlukan biaya yang tidak sedikit, tapi hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tanah dengan kandungan air tinggi  yang bisa dengan mudah terurai jika musim penghujan datang.

2. Pondasi Tiang Pancang

(Sumber: disini)

Pondasi ini biasanya digunakan ppada bangunan yang lebih dari tiga lantai, sangat jarang digunakan sebagai pondasi rumah tinggal. Karena itulah dibutuhkan alat berat yang cukup banyak agar kualitas dan hasilnya bisa mendukung beban berat di atasnya. Hal ini lah yang membuat podasi tiang pancang tergolong lebih mahal, meski sangat cocok untuk meningkatkan daya dukung tanah.

Selain masalah biaaya, hal yang harus diperhatikan saat menerapka pondasi tiang pancang ini adalah adanya efek yang disebabkan pemasangan ini terhadap bangunan di sekitarnya. Getaran dan kebisingan  yang terjadi dalam penanaman langsung tiang pancang ke dalam tanah menggunakan mesin dapat menyebabkan retak di dinding bangunan yang berada dekat dengan konstruksi.

3. Pondasi Bored Pile

(Sumber: disini)

Meski pondasi ini tergolong mirip dengan pondasi tiang pancang, tetapi pondasi bored pile ini lebih aman jika diterapkan di ruamh yang berada di daerah pemukiman padat padat. Perbedaan keduanya terletak pada proses pemasangan besi tulang. Dalam proses boerd pile, tanah dilubangi terlebih dahulu dengan cara di bor dengan kedalaman tertentu. Setelah itu baru besi tulang dimasuukan dan diberi campuran beton, batu, semen, dan pasir.

Pengeboran juga dapat dilakukan dengan dua acara, yaitu bor basah dan kering. Penggunaan bor basah membutuhkan pelindung atau casing yang akan menahan bagian lubang tanah yang di bor agar tidak longsor dan pompa penyedot air untuk membantu proses pengeboran sesuai dengan kedalaman yang ditentukan.Sedangkan jika menggunakanbor kering, alat yang digunakan adalah bor biasa yang berbentuk spiral dengan tenaga diesel yang disangga oleh tripod untuk membantu naik-turun bor spiral tersebut.

4. Pondasi Sumuran

(Sumber: disini)

Berbeda dengen pondasi bored pile yang digunakan jika kedalaman tanah dasar yang keras pada kedalaman 2 meter, maka pondasi sumuran digunakan untuk kondisi tanah dalam keras terletak cukup dalam atara 3-5 m. Tidak hanya digunakan untuk pondasi rumah, tapi juga dalam pembangunan jembatan. Pondasai ini disebt dengan pondasi sumuran karena dalam pengerjaannya dibuat lubang-lubang seperti sumur.

Baca Juga: Cinta Produk Lokal, Percantik Rumah Anda Dengan Pasangan Batu Koral Asli Indonesia

Lubang-lubang ini digali hingga mencapai tanah dalam yang keras dan stabil. Lalu , lapisi dinding tanah dengan beton setebal 10 cm. dasar sumur di cor dengn ketinggian antara 40 cm - 1 meter. Masukkan batu kali sebagai is sumur hingga ketinggian mencapai 1 meter sebelum permukaan. Selanjutnya, tutup lubang dengan cor dan beri angkur atau angker besi untuk mengikat bagian bawah plat beton diatasnya.

Pembangunan rumah maupun gedung di tanah dengan kandungan air tinggi bukanlah hal yang tidak mungkin. Karenanya diperlukan pengukuran kepadatan tanah serta mengetahui letak tanah dasar sebelum melaksanakan proses pembangunan. Jadi, apakah #SahabatJagoBangunan mau mencoba membangun rumah di atas tanah yang berair dan gembur?

Jika #SahabatJagoBangunan ingin mendapatkan informasi lebih banyak atau berdiskusi seputar arsitektur, sipil dan pertukangan, silakan kunjungi website kami atau hubungi call center bebas pulsa di nomor 0800-188-5656. Sampai bertemu di artikel-artikel #PakJago yang lain.

Editor: Damae Wardani