Masuk

Tips

Beranda / Tips
4 Cara Tepat dalam Aplikasi Semen Ekspos, Tampak Kokoh Tanpa Amburadul

Oleh: Redaksi

Unik, artistik dan natural, adalah alasan kenapa pemakaian dinding semen ekspos makin digemari. Selain meminimalisir biaya perawatan, mengekspos dinding semen pun menjadi lebih ekonomis karena tidak mengeluarkan biaya untuk cat atau material finishing lainnya. Pemakaian semen ekspos tidak terbatas pada tampilan eksterior atau fasad bangunan saja. Ruang tamu, kamar mandi, dapur, ruang makan, bahkan kamar tidur bisa menggunakan semen ekspos, baik pada dinding, lantai ataupun plafonnya. Desain yang clean, dan simple dengan satu warna yaitu abu-abu, membuat tampilan terlihat minimalis.

Rumah-rumah jenis ini akan banyak bermain dalam pengolahan material untuk menampilkan estetikanya. Bisa melalui teknik yang digunakan, bentuk atau media penempatannya. Teknik yang digunakan akan memberikan hasil akhir yang berbeda-beda, berikut adalah teknik aplikasinya:

1. Kamprot, teknik aplikasi bertekstur kasar atau lembut

houzz.com

Cara ini akan memberikan hasil akhir berupa tekstur kasar atau lembut, tergantung dengan butiran pasir yang digunakan. Terdapat dua teknik pengerjaan, yaitu manual dan mesin. Cara manual akan menghasilkan dinding bertekstur kasar dan tajam dengan bentuk butiran-butiran pasir. Gunakan alat bantu sekop dan kawat ayakan. Caranya, satu sekop berisi campuran semen yang masih berbentuk butiran kasar dilempar menembus kawat ayakan, dengan jarak 5-10 cm  ke arah permukaan bidang yang akan ditutup. Dalam menggunakan teknik mesin, bisa dengan alat bantu concrete spraying yaitu semacam alat penyemprot campuran semen.  Keunggulan menggunakan alat ini adalah hasil yang diperoleh pada bidang permukaan terlihat lebih halus, rata dan rapi.

Baca Juga: Mau Pakai Kaca untuk Pengganti Dinding Bata? Simak 4 Faktanya Berikut

2. Garuk, teknik untuk berkreasi sesuka selera

cutcaster.com

Hasil akhir dari teknik garuk, tergantung pada alat yang digunakan. Jika alat cetak dibuat dari papan, pola desain yang dihasilkan bisa dibentuk sesuai selera, misalnya dalam pola gerigi tegak lurus (persegi) atau pola meruncing. Untuk arahnya, bisa dibentuk arah horizontal, vertikal, miring atau membentuk pola-pola tertentu seperti kurva, motif ombak dan sebagainya. Dalam membuat motif cetak garuk yang rapi dan teratur, membutuhkan ketelatenan dan ketelitian tinggi.

3. Acian, kesankan hunian minimalis dan maskulin

rilane.com

Teknik ini menampilkan permukaan semen yang halus dan licin. Untuk tampilan warnanya, adalah abu-abu, seperti warna semen umumnya. Namun, jika ingin menampilkan warna yang lebih gelap atau terang dari warna standar, bisa digunakan zat additive, misalnya bisa ditambahkan tepung kapur untuk efek lebih terang pada hasil akhirnya.

Waspadai permasalahan yang biasa terjadi pada dinding semen ekpsos, yaitu retak rambut. Hal ini sering terjadi meski dalam pengerjaannya sudah benar-benar diperhatikan prosesnya. Retak rambut bisa terjadi karena pergeseran akibat gempa, hilangnya kandungan air pada saat membuat adukan plester/acian, dan perubahan suhu yang terus menerus.

4. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengerjaan

pixabay.com

Sejak awal, pastikan bata dinding harus basah saat hendak dipasang. Gunakanlah Semen Gresik yang telah teruji kualitasnya dan pasir yang tidak bercampur dengan tanah untuk plesteran. Setelahnya, beri waktu yang cukup, kira-kira dua minggu, antara proses plesteran dan pengacian. Apabila retak rambut masih terjadi, tutup retaknya dengan plamir. Pilihlah warna plamir abu-abu yang sesuai dengan warna dinding ekspos.

Baca Juga: Kenali Fungsi Ganda Jendela, Tak Hanya Soal Ventilasi Saja