Masuk

Tips

Beranda / Tips
4 (+1) Jenis Pencahayaan Hunian, Agar Lampu Tak Hanya Asal Terang Saja

Oleh: Redaksi

Pagi hingga siang hari rumah tinggal yang memiliki banyak akses untuk terang alami dapat memanfaatkan terang alami untuk mendukung berbagai kegiatan di dalam rumah. Tetapi ketika langit mendung atau malam telah tiba, setiap rumah tinggal mutlak memerlukan pencahayaan buatan. Oleh karena itu, setiap rumah harus mengaplikasikan pencahayaan buatan secara tepat agar dapat mendukung berlangsungnya setiap aktivitas. Tidak hanya memberikan penerangan, cahaya buatan juga berpotensi menciptakan suasana (ambience) tertentu serta berfungsi sebagai elemen dekoratif yang memperindah interior maupun eksterior rumah.

Ada beragam jenis dan sistem pencahayaan buatan. Kenali masing-masing dengan baik agar Anda dapat mengaplikasikannya secara tepat di rumah Anda. Seperti yang dilansir dari majalah Rumahku untuk Anda:

1. General lighting

pexels.com

Pencahayaan ini disebut juga sebagai penerangan umum untuk menerangi seluruh ruang secara merata sehingga tiap penjuru ruang terlihat. Untuk tujuan itu bisa dipasang satu atau lebih titik lampu. Umumnya pada plafon dengan kekuatan memadai, bisa berupa TL, lampu gantung (pendant lamp).

2. Task lighting

pexels.com

Penerangan ini adalah penerangan terarah untuk membuat area tertentu lebih terang dan mendukung berlangsungnya suatu aktivitas, seperti menulis, menjahit, dan memasak. Misalnya berupa lampu meja pada meja kerja, dan table/standing lamp pada ruang baca.

3. Accent lighting

pexels.com

Bentuk pencahayaan ini adalah penerangan khusus untuk suatu objek agar tampak menonjol (menjadi aksen). Misalnya penggunaan spotlight untuk menyorot lukisan, atau patung. 

4. Decorative lighting

pexels.com

Pencahayaan ini ditujukan untuk menambah nilai estetika atau menyempurnakan dekorasi ruang. Keindahan dapat hadir lewat desain lampu atau ambience yang tercipta dari warna maupun kekuatan lampu. Ketiga jenis penerangan di atas berpotensi sebagai decorative lighting.

Baca Juga: 3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan

5. Cara dan Arah Pencahayaan Buatan

Berbagai jenis penerangan di atas dapat diterapkan dengan sistem pencahayaan langsung (direct lighting) atau sistem pencahayaan tak langsung (indirect lighting). Dapat juga merupakan paduan dari keduanya (pencahayaan semi langsung).

Pada direct lighting, cahaya langsung terarah ke area yang diterangi. Jadi, area tersebut menerima hampir 100% energi cahaya. Sementara indirect lighting memanfaatkan cahaya pantulan, sehingga tidak seluruh cahaya diterima bidang kerja. Meskipun relatif efisien (100% energi cahaya terpakai) direct lighting cenderung kurang nyaman karena menyilaukan. Sebaliknya, pantulan cahaya pada indirect lighting terasa lebih nyaman walau kurang efisien (tidak seluruh energi terpakai). Perpaduan keduanya dapat mengatasi kekurangan masing-masing, dengan rasio ideal 40% direct lighting dan 60% indirect lighting.

Untuk menciptakan efek tertentu, arah cahaya dapat diatur. Arah cahaya dari bawah ke atas (up light), yaitu lampu menghadap ke atas sehingga memberi kesan megah atau teduh jika cahaya dipantulkan dahulu. Sebaliknya cahaya dari atas ke bawah (down light) di mana lampu menghadap ke bawah memberi penerangan merata. Variasi lain misalnya cahaya dari samping (side light), cahaya dari depan (front light), dan dari belakang (back light).

Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok