Masuk

Tips

Beranda / Tips
3 Tips Merancang Pagar Rumah, Bukan Cuma Penanda Batas Bangunan

Pagar merujuk pada struktur tegak yang terbuat dari beragam material semisal kayu, beton, batu alam, logam, dll yang dibangun untuk menandai batas serta mengontrol akses keluar masuk. Pagar rumah antara lain berfungsi sebagai pembatas lahan, untuk pengaman serta menjaga privasi, dan sebagai elemen untuk memperindah tampilan fasad.

Dalam merancang pagar rumah, selain harus memenuhi fungsi yang diharapkan, Rumahku.com merangkumkannya ke tiga hal yang perlu diperhatikan berikut :

1. Aturan membangun

pexels.com

Sebelum membangun pagar, Anda harus memeriksa secara teliti batas-batas lahan yang hendak dipagari. Pastikan telah sesuai dengan akta atau surat-surat bangunan. Gugatan pihak lain, termasuk penggusuran karena kesalahan peletakan pagar akan menimbulkan kerugian. Anda pun perlu memahami peraturan setempat. Sebagai contoh, adanya konsep ‘hunian tanpa pagar’ yang ditetapkan oleh beberapa pengembang.

Baca Juga: Ternyata Begini 3 Cara Deteksi Dini Stroke, Hanya dalam 1 Menit Lho

2. Tingkat keamanan dan privasi

pexels.com

Terkait fungsi sebagai pengaman dan menjaga privasi, pagar harus dirancang sesuai dengan tingkat keamanan dan privasi yang diperlukan. Rancangan berhubungan dengan ukuran, kekuatan, dan tingkat ketertutupan pagar, yang dipengaruhi situasi dan kondisi lingkungan.
• Untuk hunian yang berlokasi di daerah rawan atau diinginkan privasi tinggi, rancanglah pagar berukuran relatif tinggi (± 1,5 meter). Gunakan material yang kokoh dan cenderung masif, seperti tembok bata, beton, batu alam, dll dengan tingkat ketertutupan mencapai 100%.
• Untuk hunian di daerah yang relatif aman, rancangan pagar bisa dibuat lebih fleksibel. Tidak perlu terlalu tinggi (± 0,9 - 1,2 meter), tidak perlu masif atau tertutup rapat seperti besi, kayu, bambu, tanaman perdu, dll. Serta dapat dipilih material yang artistik untuk memperindah fasad.   

3. Keserasian dengan bangunan

pixabay.com

Selain fungsinya, jangan lupakan nilai estetika untuk rancangan pagar hunian Anda. Pilih desain dan material pagar yang tidak hanya indah tetapi juga serasi dengan gaya hunian. Keserasian mencakup jenis material, corak atau tekstur, dan juga warna. Jika hunian Anda bergaya minimalis, pilih desain pagar yang simpel dengan pola geometris, tanpa ornamen, dan dibuat dari bahan yang mudah didapat, dikerjakan, dan dirawat. Sebenarnya pagar juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana aktualisasi diri, bahkan menunjukkan status sosial. Namun demikian, Anda harus tetap mematuhi tata bangunan dan peraturan setempat serta keserasian dengan lingkungan setempat.

Baca Juga: Sakit Kepala Mengganggu? Redakan dengan 5 Makanan Murah Meriah Ini