Masuk

Tips

Beranda / Tips
3 Hal Ini Menjamin Kekokohan Bangunan, Jangan Sampai Dilupakan

Oleh: Redaksi

Tanpa mengabaikan aspek estetika, kekokohan sebaiknya menjadi pertimbangan utama jika Anda membangun atau merenovasi rumah. Kekokohan rumah dipengaruhi struktur dan konstruksi bangunan yang juga dipengaruhi kualitas material. Ketahuilah dan perhitungkan bagian-bagian penting bangunan yang sangat mempengaruhi kekokohannya berikut ini:

1. Fondasi (Struktur Bawah)

pixabay.com

Fondasi disebut struktur bawah, yaitu elemen struktural di bagian bawah yang berfungsi mendukung struktur asas dan keseluruhan bangunan. Fondasi yang berada di bawah permukaan tanah tidak hanya harus kuat menahan berat bangunan, namun juga harus stabil terhadap pengaruh luar seperti kekuatan angin, gempa, pergerakan tanah, rob, banjir, dsb. Oleh karena itu pondasi harus dibangun pada lapisan tanah yang stabil (tidak mudah turun atau bergeser) juga keras dan padat.

Bentuk, ukuran dan kedalaman pondasi sangat ditentukan oleh beban bangunan serta karakter tanah. Semakin berat bangunan, semakin kuat fondasi yang diperlukan. Ada dua jenis fondasi, yaitu pondasi dangkal (tapak, cakar ayam) dan fondasi dalam (tiang pancang, sumuran). Penerapannya disesuaikan letak tanah keras dan stabil. Jika rumah dirancang untuk satu lantai maka saat berencana membuat rumah bertingkat Anda harus memperkuat fondasinya.

Baca Juga: Pasang Keramik untuk Dinding? Perhatikan Hal Ini Agar Tak Mudah Rontok

2. Sloof, Kolom, Balok, Dinding Struktural, Ringbalk

pixabay.com

Sloof, kolom, balok, dinding struktural, dan ringbalk termasuk dalam sistem struktur bangunan yang menghubungkan bagian-bagian bangunan non-struktural (dinding pengisi, lantai) sehingga menciptakan ruang-ruang fungsional. Kolom, balok, dinding struktural, dan ringbalk saling terikat satu sama lain dan juga terikat dengan pondasi, sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat rumah kokoh dan berdiri tegak. Pada rumah bertingkat, balok dan plat lantai dirancang sebagai lantai struktural.    

3. Konstruksi Atap

pixabay.com

Penutup atap yang akan melindungi rumah dari pengaruh udara dan cuaca harus dipasang di atas konstruksi atap yang terdiri atas kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban konstruksi rangka atap dan penutup atap akan disalurkan ke pondasi melalui balok ring (ringbalk) dan kolom. Beban atap dipengaruhi oleh material rangka atap dan penutup atap yang juga akan bertambah oleh beban luar seperti hujan dan angin.

Bagian-bagian tersebut sangat mempengaruhi kekuatan rumah. Jadi, pastikan semuanya dibuat dengan ukuran yang tepat dan dibangun menggunakan material yang sesuai, tergantung rumah Anda. Rumah kayu bergaya tropis tentu berbeda dengan rumah modern berdinding masif.

Baca Juga: 5 Tips Pengecatan untuk Hasil Maksimal, Jadikan Rumah Lebih Nyaman