Masuk

Tips

Beranda / Tips
3 Fakta Desain Split Level, Cara Cerdik dan Murah Atasi Lahan Sempit

Oleh: Redaksi

Ada banyak alasan mengapa seseorang merancang hunian dengan lantai berjenjang (split level)—dari halaman, beranda hingga ruang dalam. Baik bersifat umum ataupun personal. Cermati beberapa alasan yang bisa menginspirasi Anda berikut ini :

1. Menyesuaikan lahan berkontur

pexels.com

Bisa jadi tanah yang Anda beli untuk dibangun rumah berada di kawasan berkontur (tidak rata/memiliki perbedaan tinggi antar bagian). Manfaatkan kontur lahan dengan mengaplikasikan lantai berjenjang (split level) sejak dari halaman hingga ruang dalam. Selain ramah lingkungan karena meminimalkan penggalian tanah, dijamin rumah Anda akan tampil lebih estetis dan atraktif.

Baca Juga: Anti Jebol dan Bocor, Ini Cara Membuat Saluran Pembuangan yang Benar

2. Menyiasati hunian sempit

homedit.com

Salah satu cara jitu mengatasi hunian sempit adalah merenovasinya jadi dua lantai atau lebih. Selain memakai tangga sebagai penghubung antar lantai, kombinasi tangga, void, dan mezzanine akan menciptakan hunian dua lantai yang lebih menarik. Hunian sempit juga bisa disiasati dengan konsep terbuka. Misalnya menyatukan pantry, ruang makan, dan ruang duduk dalam satu area terbuka tanpa dinding penyekat. Meski terkesan luas, ruang terbuka yang rata tetap tampak sebagai satu ruang. Dengan membuat split level pada area terbuka yang sama, Anda seakan-akan memiliki banyak ruang. Perbedaan ketinggian menjadi batas imajiner yang membedakan fungsi ruang. 

3. Menghindari kesan monoton

mastercus.com

Rumah satu lantai yang sama rata dari beranda hingga bagian belakang, cenderung membosankan. Kesan monoton itu bisa dihindari dengan mengaplikasikan teknik split level. Selain terhalaunya kesan monoton, suasana hunian pun cenderung lebih bervariasi dan menarik. Perbedaan tinggi yang sedikit ekstrem atau desain khas, seperti halnya mezzanine, bahkan bisa menjadi eye catching sekaligus focal point.  Split level juga berpotensi membantu kebugaran tubuh dan memicu perasaan gembira oleh gerak naik-turun saat berjalan dari satu ruang ke ruang lain. Ada banyak titik di mana Anda bisa membuat pembedaan tinggi lantai. Misalnya, teras depan dibuat lebih tinggi dari halaman; ruang duduk lebih rendah dari ruang tamu; ruang kerja/belajar dan perpustakaan dirancang berupa mezzanine yang lebih tinggi dari ruang-ruang sekitarnya.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Setelah Makan Ini Ternyata Bahaya Bagi Tubuh, Tak Terduga!