Masuk

Tips

Beranda / Tips
2 Langkah Penting Saat Membangun Tembok Rumah, Agar Tidak Mudah Roboh

Oleh: Redaksi

Sebagai bagian dari rumah, tembok berfungsi penting untuk menjaga kekokohan hunian. Jika tembok tidak dikerjakan dengan teliti, maka akan membahayakan bangunan dan penghuni di dalamnya. Oleh karena itu, sebagai pekerja konstruksi, Anda memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa tembok yang Anda bangun telah memenuhi standar pengerjaan dan keamanan. Pastikan Anda memastikan hal penting ini:

Perbandingan dan perhitungan yang tepat untuk kelancaran pengerjaan

pixabay.com

Bahan yang digunakan untuk pekerjaan tembok adalah batu bata, beton ringan dan batako. Tiga hal terpenting yang harus diperhatikan pada saat pemasangan tembok adalah sebagai berikut:

- Nat/siar adukan tidak segaris
- Pasangan tegak lurus dan rapi
- Siar tegak, bergeser antara ½ - ¼ batu

Luas pasangan tembok ½ bata maksimal 12m² , apabila lebih besar maka harus dipasang rangkaian pengaku beton (sloof, kolom, dan ring balok), karena bila pasangan terlalu luas tanpa pengaku akan rawan terhadap gaya horisontal seperti gempa atau angin kencang. Ketinggian pemasangan setiap hari untuk campuran menggunakan campuran kapur maksimum 1m, jika campuran menggunakan semen maksimum 1,50 m besar siar horisontal adalah 1-2 cm, sedangkan untuk siar tegak ± 1 cm.

Baca Juga: 3 Tips Aplikasi Batu Koral, Material Sederhana Agar Rumah Tampak Mewah

Langkah kerja pemasangan tembok batu bata

pexels.com

• Pasang profil/usuk untuk menentukan kelurusan dan ketegakan pasangan. Profil dipasang pada ujung tembok dan diusahakan tegak lurus dan diskur yang kuat. Buatlah garis ketinggian untuk tarikan per lapisnya

• Buat campuran/ spesi dengan komposisi sebagai berikut:
    1 semen : 3 pasir untuk lapisan trassram
    1 semen : 5-7 pasir untuk pasangan biasa.
    Pasir diayak halus dengan ayakan ± 4 mm. Pembuatan adukan dapat dilakukan secara manual atau dengan molen. Adukan harus plastis atau pulen.

• Sebelum dipasang, batu bata disiram air, sehingga air yang terkandung dalam spesi tidak diserap oleh batu bata

• Tarik panduan pasangan dari benang pada setiap lapis atau kalau sudah ahli maka tarikan dapat dibuat per 3 lapis

• Begitu pasangan mencapai ketinggian 1,50 m maka segera kolom praktis di cor agar ikatan bata terkunci/tidak bergerak. Berikutnya pemasangan yang lebih dari 1,50 m digunakan perancah atau andang.

• Pasangan batu bata akan lebih sempurna bila selesai dipasang kemudian ditutup dengan plastik. Setelah plastik dibuka sebaiknya dinding bata dibasahi sebagai proses perawatan (curing) terutama pada saat akan diplester sebaiknya dinding bata dibasahi agar tidak menyerap air plesteran

Setelah diplester sebaiknya plesteran dinding dirawat dengan membasahi agar plesteran tidak retak-retak.

Baca Juga: Rasa Haus Ternyata Berbahaya, Ini 5 Akibat Jika Anda Meremehkannya