Masuk

Tips

Beranda / Tips
10 Langkah Mudah Mengukur Lahan untuk Denah Rumah
Konstruksi Sipil | 21 Jul 2017

Oleh: Amin Zainullah

Halo, #SahabatJagoBangunan

Tahapan membangun rumah, setelah mendapatkan lahan yang tepat, ialah mengukur lahan dan membuat denah rumah. Hal ini membutuhkan beberapa teknik dan perlengkapan yang akan digunakan di lapangan, agar ukuran bisa sesuai gambar denah rumah.

Tapi tak perlu khawatir, langkah-langkah di bawah ini akan mempermudah Anda untuk melakukan pengukuran lahan dengan benar. 

1. Pelajari gambar denah. Agar kita bisa menempatkan patok-patok dan papan bouwplank (bouw berarti bangunan, plank berarti papan; papan bangunan) sesuai denah. 

2. Siapkan alat-alat yang diperlukan. Seperti meteran, benang, slang timbangan, spidol, paku gergaji kayu, kampak atau parang untuk melancipkan kayu, serta palu.

3. Buat patok. Gunakan patok dari usuk 4/6 sesuai ketinggian yang diperlukan, misal 1 meter, lalu lancipkan.

4. Siapkan papan bouwplank. Papan berukuran 2/20 yang salah satu sisinya diketam lurus.

5. Pasanglah bouwplank setinggi rencana lantai 1 yang akan dipasang ( ± 0.00).

6. Buatlah garis benang di atas bouwplank di atas salah satu as pondasi sebagai garis patokan.

7. Buatlah tarikan benang siku kepada garis patokan dengan perbandingan pitagoras 3:4:5. Misal 60 cm : 80 cm : 90 cm atau lebih besar, misal 90:120:150. Semakin besar hasilnya, semakin teliti.

8. Buatlah satu garis lagi sejajar garis patokan di atas as pondasi lainnya dan buat juga garis siku sejajar garis siku sebelumnya, sehingga terbentuk garis segi empat.

9. Garis segi empat yang barusan dibuat dikontrol lagi kesikuannya dengan cara mengukur diagonalnya. Apabila panjang diagonal sama berarti segi empat tersebut sudah siku. Garis tersebut diambil as pondasi terluar dari bangunan.

10. Jika sudah mantap dan yakin bahwa segi empat sudah 100% siku dengan selisih panjang diagonal mendekati 0, baru dibuatkan pembagian garis-garis kamarnya. Cara mengukur yang teliti adalah mengukur pada benang menggunakan spidol , baru ditarik benangnya dan dipindahkan ke bouwplank. 

Perlu diingat, apabila bouwplanknya sudah mendekati siku, maka bisa saja diukur pada bouwplank, dengan risiko mengontrol lagi jarak benangnya. Jika bergeser 1 atau 2 cm maka dikoreksi pakunya.

Untuk mengamankan as utama bouwplank, sebaiknya disimpan pada bangunan permanen seperti tembok, aspal jalan atau pohon agar bila bouwplank rusak atau bergeser bisa diulangi lagi penarikannya.

As yang dibuat di atas papan hendaknya dibuat permanen menggunakan paku dan ditandai dengan gambar segi tiga agar jelas. Tarikan benang berada di atas as pondasi tandai dengan paku agar jelas as-nya.

Nah, itu dia 10 langkah melakukan pengukuran lahan untuk denah rumah. Mudah sekali, kan, #SahabatJagoBangunan?

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan diskusi seputar arsitek, sipil, dan pertukangan Anda bisa berkonsultasi melalui website maupun callcenter – Bebas Pulsa di nomor 0800-188-5656.

Ikuti dan simak terus artikel #PakJago berikutnya, ya! Semoga bermanfaat.